Pagi itu, Senin 22 Oktober 2012 saya masih tergolek lemas di tempat tidur. Badan ini masih terasa lemah tidak berdaya. Ya, sejak hari kemarin tiba-tiba kondisi badan ini drop, sakit perut dan ditambah demam. Sehingga tepat jam 8.00 saya telpon ke Kantor untuk tidak masuk kerja karena sakit.
Jam 10 siang saat saya masih berbaring, pintu ada yang mengetuk. Ketika ku buka ternyata ada tetangga dekat. Dengan penuh harap dia meminta bantuan saya untuk membuatkan Surat Perjanjian Jual Beli tanah. Karena kasihan, saya memaksakan diri untuk menyusun dan mengetik kata demi kata, kalimat demi kalimat surat perjanjian. Selesai diprint out dan diserahkan kepada pemesan, saya mendapat amplof, isinya Rp. 30.000. Alhamdulillah. Untuk ukuran tetanggaku uang sebesar itu pasti dianggapnya besar.
Jam 14.00 tetangga saya tadi mengundang saya, sebagai Ketua RW, untuk menjadi saksi sekaligus mendampingi mereka dalam transaksi jual beli tanah dan rumahnya itu. Saya mengajak Ketua RW untuk turut menjadi saksi. Transaksi berjalan lancar, bahkan sampai pembagian hak anggota keluarga yang menjual. Tanpa diminta, ketika saya berpamitan, Pihak pembeli memberikan 1 amplof yang pastinya berisi uang dan dari pihak penjual pun mereka memberikan lagi amplof. Ketika sampai di rumah isi amplof dibuka dan dihitung. Jumlahnya 2 kali lipat gajiku 1 hari. Alhamdulillah. Ternyata meski dalam keadaan sakit dan tidak bisa pergi bekerja, REJEKIKU DIANTARKAN.
Selasa, 23 Oktober 2012
Jumat, 28 September 2012
ORANG TUA EGOIS AKAN MENANGIS
Adakah orang tua yang egois? Ada, yaitu :
Kita tentu tidak mau menjadi orang tua yang egois yang akan menangis bukan? Jadi mulailah merubah kebiasaan-kebiasaan buruk yang disebutkan diatas.
Naudzubillah tsumma na'udzubillah
- Orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaaanya
- Orang tua yang terlalu asyik memperturutkan tuntutan hobinya
- Orang tua yang terlalu sibuk dengan organisasinya
- Orang tua yang tidak mau mendengarkan cerita atau keluhan anak-anaknya
- Orang tua yang tidak mau bertanya atas aktivitas anak-anaknya
- Orang tua yang tidak peka terhadap perubahan sikap anak-anaknya.
- Orang tua yang tidak menyempatkan waktu untuk berkumpul dengan anak-anaknya.
- Orang tua yang tidak mau menyempatkan waktu untuk berdialog atau berjalan-jalan berdua dengan masing-masing anaknya.
- Orang tua yang tidak memberikan teladan yang baik kepada anak-anaknya.
- Orang tua yang tidak mau memberikan nasehat atau saran kepada anak-anaknya.
Kita tentu tidak mau menjadi orang tua yang egois yang akan menangis bukan? Jadi mulailah merubah kebiasaan-kebiasaan buruk yang disebutkan diatas.
Naudzubillah tsumma na'udzubillah
Senin, 16 April 2012
MO SUKSES? PERHATIKAN LINGKUNGANMU!
Kesuksesan kita amat sangat dipengaruhi oleh lingkungan kita, khususnya lingkungan pergaulan kita. Untuk itu kita harus berupaya untuk senantiasa berada di lingkungan yang mendorong kita untuk sukses.
Lingkungan Motivasi
Kesuksesan diawali oleh motivasi yang ada pada diri kita. Motivasi pada diri kita harus ditumbuhkembangkan. Caranya bergaulah dengan orang-orang sukses. Dengarkan bagaimana mereka bisa meraih kesuksesan. Bacalah resep-resep kesuksesan yang mereka tulis. Dengan demikian lingkungan motivasi kita akan tetap terpelihara.
Lingkungan Bisnis
Lingkungan bisnis mana kita berada? apakah lingkungan bisnis kecil, menengah atau besar? Untuk bisa sukses kita harus bisa berada dalam lingkungan bisnis yang besar. Biasakan kita berbicara keuntungan puluhan, ratusan juta bahkan milyaran rupiah atau dolar. Bila kita berada dalam lingkungan bisnis yang hanya berbicara keuntungan 1 s.d. 2 juta, pasti bisnis kita tidak akan berkembang
Lingkungan Produk
Mana yang akan Anda pilih menjual mobil atau menjual motor? Kalau Anda memilih menjual mobil, mana yang Anda pilih menjual mercedes atau carry second? Kalau Anda memilih motoer, mana yang Anda pilih menjual bebek atau motor besar? Yang mana yang Anda pilih, proses, tenaga, waktu yang dikeluarkan sama tetapi hasil yang berbeda. Biasakanlah Anda menjual produk dengan margin keuntungan yang besar.
Lingkungan resiko
Untuk sukses besar biasanya berbanding lurus dengan resiko yang besar pula. Menjual 3 kg cabe dengan menjual 1 truk cabe, resikonya lebih besar menjual 1 truk cabe tetapi profitnya jauh akan berbeda. Kita harus siap menghadapi resiko yang besar dengan berbagai upaya untuk mengurangi terjadinya resiko tersebut.
Semoga bermanfaat.
Lingkungan Motivasi
Kesuksesan diawali oleh motivasi yang ada pada diri kita. Motivasi pada diri kita harus ditumbuhkembangkan. Caranya bergaulah dengan orang-orang sukses. Dengarkan bagaimana mereka bisa meraih kesuksesan. Bacalah resep-resep kesuksesan yang mereka tulis. Dengan demikian lingkungan motivasi kita akan tetap terpelihara.
Lingkungan Bisnis
Lingkungan bisnis mana kita berada? apakah lingkungan bisnis kecil, menengah atau besar? Untuk bisa sukses kita harus bisa berada dalam lingkungan bisnis yang besar. Biasakan kita berbicara keuntungan puluhan, ratusan juta bahkan milyaran rupiah atau dolar. Bila kita berada dalam lingkungan bisnis yang hanya berbicara keuntungan 1 s.d. 2 juta, pasti bisnis kita tidak akan berkembang
Lingkungan Produk
Mana yang akan Anda pilih menjual mobil atau menjual motor? Kalau Anda memilih menjual mobil, mana yang Anda pilih menjual mercedes atau carry second? Kalau Anda memilih motoer, mana yang Anda pilih menjual bebek atau motor besar? Yang mana yang Anda pilih, proses, tenaga, waktu yang dikeluarkan sama tetapi hasil yang berbeda. Biasakanlah Anda menjual produk dengan margin keuntungan yang besar.
Lingkungan resiko
Untuk sukses besar biasanya berbanding lurus dengan resiko yang besar pula. Menjual 3 kg cabe dengan menjual 1 truk cabe, resikonya lebih besar menjual 1 truk cabe tetapi profitnya jauh akan berbeda. Kita harus siap menghadapi resiko yang besar dengan berbagai upaya untuk mengurangi terjadinya resiko tersebut.
Semoga bermanfaat.
Jumat, 17 Februari 2012
MEMULAI BISNIS FLANEL
Saya mau bercerita tentang keinginan istri saya untuk mulai menekuni bisnis kerajinan berbahan flanel.
Idenya berawal dari bisnis sampingan kerajinan flanel yang dilakukan teman kerja saya di kantor. Disela-sela waktu istirahatnya, teman saya ini mengerjakan order cinderamata untuk hajatan pernikahan. Dan terkadang memenuhi pesanan teman-temannya melalui jejaring facebook.
Tertarik dengan aktivitas teman saya ini, saya obrolkan dengan istri. Sebagai Ketua PKK di lingkungan ke-RW-an, tercetus ide untuk menyelenggarakan pelatihan flanel bagi kader PKK. Dan alhamdulillah pelatihan pun terselenggara dengan instruktur teman sekantor saya tadi.
Dari sekian peserta, rupanya kemauan kuat untuk mengembangkan bisnis flanel ini hanya dimiliki oleh istri saya. Sehingga mulailah membuat langkah-langkah untuk merealisasikannya :
1. Membeli buku-buku contoh jadi kerajinan flanel
2. Membeli bahan-bahan untuk latihan menyempurnakan produk
3. Mempromosikan hasil produksi pada acara arisan ibu-ibu
4. Membuat akun jejaring sosial fb untuk media promosi
5. Membuat rencana pemasaran yang lebih matang
Sekarang ini, istri saya baru memasuki athap ke-3. Insya Allah dengan kemauan yang kuat saya yakin bisnis flanelnya akan berhasil. Bismillahi tawakkaltu 'alalloohi
Idenya berawal dari bisnis sampingan kerajinan flanel yang dilakukan teman kerja saya di kantor. Disela-sela waktu istirahatnya, teman saya ini mengerjakan order cinderamata untuk hajatan pernikahan. Dan terkadang memenuhi pesanan teman-temannya melalui jejaring facebook.
Tertarik dengan aktivitas teman saya ini, saya obrolkan dengan istri. Sebagai Ketua PKK di lingkungan ke-RW-an, tercetus ide untuk menyelenggarakan pelatihan flanel bagi kader PKK. Dan alhamdulillah pelatihan pun terselenggara dengan instruktur teman sekantor saya tadi.
Dari sekian peserta, rupanya kemauan kuat untuk mengembangkan bisnis flanel ini hanya dimiliki oleh istri saya. Sehingga mulailah membuat langkah-langkah untuk merealisasikannya :
1. Membeli buku-buku contoh jadi kerajinan flanel
2. Membeli bahan-bahan untuk latihan menyempurnakan produk
3. Mempromosikan hasil produksi pada acara arisan ibu-ibu
4. Membuat akun jejaring sosial fb untuk media promosi
5. Membuat rencana pemasaran yang lebih matang
Sekarang ini, istri saya baru memasuki athap ke-3. Insya Allah dengan kemauan yang kuat saya yakin bisnis flanelnya akan berhasil. Bismillahi tawakkaltu 'alalloohi
PELUANG USAHA DARI POTENSI LINGKUNGAN
Potensi lingkungan yang saya maksud bisa lokasi tempat kita tinggal atau potensi usaha yang ada di sekitar kita.
Misalnya jika Anda tinggal di daerah Cibaduyut. Daerah ini merupakan centra sepatu terkenal di Kota Bandung atau bahkan di dunia. Anda dapat memanfaatkan potensi ini untuk menjadi :
1. Pengusaha sepatu
2. Karyawan industri sepatu
3. Penjual Sepatu
4. Suplayer kulit atau bahan sepatu lainnya.
5. Perantara antara suplayer dengan pengusaha sepatu
Di daerah saya tinggal banyak tetangga yang mempunya beragam keahlian, mulai dari tukang cat mobil, tukang cat tembok, tukang bangunan, pengrajin makanan, penjahit, dll. Potensi ini bisa kita manfaatkan dengan menjadi broker/perantara antara orang yang membutuhkan tenaga-tenaga tersebut dengan mereka. Buatlah komitmen fee yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak. Buatlah selebaran/brosus promosi dan sebarkan dengan kontak person Anda sendiri.
Itulah sedikit gambaran tentang peluang usaha yang muncul dari potensi lingkungan kita.
Begitu banyak peluang usaha di sekitar kita, MENGAPA KITA MASIH HARUS MENJADI PENGANGGUR.
Misalnya jika Anda tinggal di daerah Cibaduyut. Daerah ini merupakan centra sepatu terkenal di Kota Bandung atau bahkan di dunia. Anda dapat memanfaatkan potensi ini untuk menjadi :
1. Pengusaha sepatu
2. Karyawan industri sepatu
3. Penjual Sepatu
4. Suplayer kulit atau bahan sepatu lainnya.
5. Perantara antara suplayer dengan pengusaha sepatu
Di daerah saya tinggal banyak tetangga yang mempunya beragam keahlian, mulai dari tukang cat mobil, tukang cat tembok, tukang bangunan, pengrajin makanan, penjahit, dll. Potensi ini bisa kita manfaatkan dengan menjadi broker/perantara antara orang yang membutuhkan tenaga-tenaga tersebut dengan mereka. Buatlah komitmen fee yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak. Buatlah selebaran/brosus promosi dan sebarkan dengan kontak person Anda sendiri.
Itulah sedikit gambaran tentang peluang usaha yang muncul dari potensi lingkungan kita.
Begitu banyak peluang usaha di sekitar kita, MENGAPA KITA MASIH HARUS MENJADI PENGANGGUR.
Rabu, 07 Desember 2011
PELUANG KERJA DARI DIRI KITA SENDIRI
Saya telah berjanji untuk mengulas tentang berbagai peluang kerja yang ada di sekitar kita. Pada tulisan yang lalu PELUANG KERJA DARI BARANG YANG KITA MILIKI saya hanya menyebutkan 4 contoh saja. Sebenarnya masih banyak. Mungkin diantaranya dari Sepeda Motor yang kita miliki, Sepeda, dll. Ya minimimal dari tulisan kemarin saya sudah bisa mempunyai 4 pilihan pekerjaan yang dapat saya tekuni. Dan serius, beberapa diantaranya sudah pernah saya lakukan dan menghasilkan UANG.
Sekarang saya akan berbicara tentang PELUANG KERJA DARI DIRI KITA SENDIRI. Setiap orang mempunyai 2 potensi, yaitu potensi fisik dan potensi otak atau skill. Nah dari 2 potensi ini kita bisa menciptakan Peluang kerja bagi diri kita.
1. POTENSI FISIK/TENAGA
Saya melihat beberapa orang yang tidak mempunyai skill (keahlian) pada bidang pekerjaan tertentu ternyata mereka tidak kekurangan uang. Contohnya tetangga saya setiap hari dia memanfaatkan waktu dan tenaganya untuk membantu orang lain :
a. Mengantar Anak Tetangga Sekolah
b. Mengantar Air Minum dari salah satu distributor air mineral
c. Menjadi laden tetangganya yang sedang membangun
d. Mencuci pakaian tetangga
e. PEngangkut sampah
f. Penjaga Keamanan (Linmas/Hansip)
g. Dll
Semuanya dilakukan tidak berdasarkan skil tertentu. Tetapi dilakukan atas dasar KEMAUAN dan KEMAMPUAN FISIKnya. Jadi kalo Anda merasa tidak memiliki skill tertentu, manfaatkan kekuatan fisik Anda untuk bekerja. Modalnya semangat membantu orang lain untuk melakukan apapun pekerjaan yang ditawarkan.
2. POTENSI SKILL (keahliah)
Untuk potensi ini saya hanya akan menyampaikan contoh dari apa yang telah saya lakukan. Saya coba merenungi kelebihan skill yang saya miliki. Dan ketika dijalankan ternyata membuka peluang kerja. Contohnya sebagai berikut:
a. Menurut orang lain, bacaan Qur'an saya bagus meskipun tidak selevel Qori. Saya faham tajwid dan memahami beberapa ayat Quran dan hadits. Kemampuan ini bisa memberi peluang pekerjaan untuk menjadi GURU PRIVAT MENGAJI. Banyak orang kompleks disekitar rumah yang membutuhkan guru privat.
b. Saya biasa berpidato dan ceramah. Kemampuan ini membuka peluang usaha saya untuk menjadi moderator, motivator, MC hajatan. Ini sudah berjalan. Setiap bulan Zulhijjah biasanya ada beberapa orang yang meminta saya untuk menjadi MC nikahan atau petugas yang dipercaya menerima atau menyerahkan calon pengantin pria. Hasilnya lumayan.Dalam 2 jam, meskipun belum terlalu besar, saya bisa mendapat Rp. 150.000 s.d. 250.000. Saya juga bisa membuka usaha pelatihan public speaking atau pelatihan kewirausahaan.
c. Saya menguasai beberapa program komputer. Kemampuan ini membuka peluang usaha kursus/bimbingan komputer.
d. Saya mempunyai kemampuan menjuala. Kemampuan ini bisa membuka peluang usaha untuk menjadi broker dari teman2 yang ingin menjual produknya.
e. Saya mempunyai kemampuan bahasa inggris dan matematika. Kemampuan ini bisa membuka peluang usaha bimbingan belajar.
f. Saya mempunyai pengalaman membuat makanan ringan bola paya. Kemampuan ini bisa membuka peluang usaha produksi makanan ringan.
g. Menurut istri saya, nasi goreng buatan saya enak. Kemampuan ini bisa membuka peluang usaha jualan nasi goreng.
h. Dll
Setelah saya mengeksplorasi "Kemampuan yang saya Miliki" ternyata saya bisa melakukan salah satu pekerjaan dari 7 Potensi skill yang saya miliki.
Nah pembaca yang budiman, kalo dari 2 tulisan ini saya mengetahui atau Anda mengetahui ternyata saya/Anda mempunyai 12 peluang usaha, maka masih pantaskah SAYA/ANDA SAAT INI MENGANGGUR?
Semoga tulisan ini bermanfaat membuka kesempitan orang-orang yang saat ini masih mengeluh tidak punya pekerjaan.
Tulisan berikutnya akan berbicara PELUANG USAHA DARI LINGKUNGAN YANG ANDA MILIKI. Insya Allah
Sekarang saya akan berbicara tentang PELUANG KERJA DARI DIRI KITA SENDIRI. Setiap orang mempunyai 2 potensi, yaitu potensi fisik dan potensi otak atau skill. Nah dari 2 potensi ini kita bisa menciptakan Peluang kerja bagi diri kita.
1. POTENSI FISIK/TENAGA
Saya melihat beberapa orang yang tidak mempunyai skill (keahlian) pada bidang pekerjaan tertentu ternyata mereka tidak kekurangan uang. Contohnya tetangga saya setiap hari dia memanfaatkan waktu dan tenaganya untuk membantu orang lain :
a. Mengantar Anak Tetangga Sekolah
b. Mengantar Air Minum dari salah satu distributor air mineral
c. Menjadi laden tetangganya yang sedang membangun
d. Mencuci pakaian tetangga
e. PEngangkut sampah
f. Penjaga Keamanan (Linmas/Hansip)
g. Dll
Semuanya dilakukan tidak berdasarkan skil tertentu. Tetapi dilakukan atas dasar KEMAUAN dan KEMAMPUAN FISIKnya. Jadi kalo Anda merasa tidak memiliki skill tertentu, manfaatkan kekuatan fisik Anda untuk bekerja. Modalnya semangat membantu orang lain untuk melakukan apapun pekerjaan yang ditawarkan.
2. POTENSI SKILL (keahliah)
Untuk potensi ini saya hanya akan menyampaikan contoh dari apa yang telah saya lakukan. Saya coba merenungi kelebihan skill yang saya miliki. Dan ketika dijalankan ternyata membuka peluang kerja. Contohnya sebagai berikut:
a. Menurut orang lain, bacaan Qur'an saya bagus meskipun tidak selevel Qori. Saya faham tajwid dan memahami beberapa ayat Quran dan hadits. Kemampuan ini bisa memberi peluang pekerjaan untuk menjadi GURU PRIVAT MENGAJI. Banyak orang kompleks disekitar rumah yang membutuhkan guru privat.
b. Saya biasa berpidato dan ceramah. Kemampuan ini membuka peluang usaha saya untuk menjadi moderator, motivator, MC hajatan. Ini sudah berjalan. Setiap bulan Zulhijjah biasanya ada beberapa orang yang meminta saya untuk menjadi MC nikahan atau petugas yang dipercaya menerima atau menyerahkan calon pengantin pria. Hasilnya lumayan.Dalam 2 jam, meskipun belum terlalu besar, saya bisa mendapat Rp. 150.000 s.d. 250.000. Saya juga bisa membuka usaha pelatihan public speaking atau pelatihan kewirausahaan.
c. Saya menguasai beberapa program komputer. Kemampuan ini membuka peluang usaha kursus/bimbingan komputer.
d. Saya mempunyai kemampuan menjuala. Kemampuan ini bisa membuka peluang usaha untuk menjadi broker dari teman2 yang ingin menjual produknya.
e. Saya mempunyai kemampuan bahasa inggris dan matematika. Kemampuan ini bisa membuka peluang usaha bimbingan belajar.
f. Saya mempunyai pengalaman membuat makanan ringan bola paya. Kemampuan ini bisa membuka peluang usaha produksi makanan ringan.
g. Menurut istri saya, nasi goreng buatan saya enak. Kemampuan ini bisa membuka peluang usaha jualan nasi goreng.
h. Dll
Setelah saya mengeksplorasi "Kemampuan yang saya Miliki" ternyata saya bisa melakukan salah satu pekerjaan dari 7 Potensi skill yang saya miliki.
Nah pembaca yang budiman, kalo dari 2 tulisan ini saya mengetahui atau Anda mengetahui ternyata saya/Anda mempunyai 12 peluang usaha, maka masih pantaskah SAYA/ANDA SAAT INI MENGANGGUR?
Semoga tulisan ini bermanfaat membuka kesempitan orang-orang yang saat ini masih mengeluh tidak punya pekerjaan.
Tulisan berikutnya akan berbicara PELUANG USAHA DARI LINGKUNGAN YANG ANDA MILIKI. Insya Allah
Selasa, 06 Desember 2011
PELUANG KERJA DARI BARANG-BARANG YANG KITA MILIKI
Pada suatu sore saya kedatangan teman lama. Dia bercerita bahwa sudah beberapa lama tidak bekerja. Dia bingung harus bekerja apa.
Tanpa maksud menggurui dan bagi saya ini hanya sharing (berbagi) pengalaman saja bagaimana sebenarnya pekerjaan itu mudah didapatkan. Pekerjaan itu dapat diciptakan dari berbagai potensi yang ada diri dan sekitar kita, seperti barang/benda yang kita miliki, kemampuan fisik dan skill yang kita miliki, kondisi lingkungan yang kita miliki atau dari keberadaan orang-orang dekat di sekitar kita.
Untuk memudahkan ilustrasi, saya bercerita tentang diri saya tetapi mengingatkan teman saya untuk menyesuaikannya dengan dirinya sendiri.
1. Potensi kerja dari barang-barang yang kita miliki
Di rumah saya memiliki beberapa barang seperti : Mesin Jahit, Komputer, DVD Player, Buku-buku koleksi, Karung Bekas Beras, dll. Dari kesemua barang tersebut saya bisa membuka pekerjaan buat diri sendiri seperti:
a. Dengan adanya mesin jahit saya bisa buka usaha makloon jahit, mengecilkan pakaian, buat kerajinan tas dll. Untuk saat ini Mesin Jahit digunakan istri untuk mematangkan ilmunya menjahit pakaian wanita. Dan Insya Allah ke depan mungkin istri bisa menerima order jahitan dari tetangga.
b. Dengan adanya Komputer saya bisa membuka usaha jasa pengetikan surat, proposal, edit photo atau kursur bimbingan belajar komputer bagi anak-anak. Untuk saat ini order pengetikan proposal, pembuatan design spanduk dan photo, cetak Yasin telah saya kerjakan sebagai pekerjaan sampingan.
c. Dengan adanya DVD Player saya bisa membuka usaha bioskop mini. Dengan modal beli film-film anak saya bisa menyebar brosur nonton bareng dengan tiket yang terjangkau anak-anak.
d. Dengan adanya koleksi buku, saya bisa membuka usaha rental buku (taman bacaan)dan atau bisnis bukunya langsung. Saya sudah menjalankan rental buku ini dengan door to door ke kantor-kantor tertentu. Dan hasilnya lumayan.
e. Dengan adanya karung beras bekas saya bisa mengembangkan usaha pengumpulan plastik minuman. Emang ini belum saya lakukan tetapi istri rajin mengumpulkan bekas minum anak-anak sampai terkumpul beberapa karung di gudang. Dan ketika dijual hasilnya lumayan
Mungkin sebenarnya masih banyak barang yang kita miliki seperti kompor gas, alat-alat masak yang bisa kita manfaatkan untuk menciptakan pekerjaan bagi kita. Mungkin Anda sudah faham yang saya maksud. Dan jika saat ini Anda tidak bekerja dan sedang susah mendapatkan pekerjaan, kenapa tidak Anda tatap barang-barang yang Anda miliki dan berdayakan fungsinya untuk menjadi alat bekerja Anda.
Ketika saya bercerita, teman saya manggut-manggut. Semoga mengerti dan dapat menarik manfaatnya.
Tulisan berikutnya MENCIPTAKAN PEKERJAAN DARI POTENSI DIRI
Tanpa maksud menggurui dan bagi saya ini hanya sharing (berbagi) pengalaman saja bagaimana sebenarnya pekerjaan itu mudah didapatkan. Pekerjaan itu dapat diciptakan dari berbagai potensi yang ada diri dan sekitar kita, seperti barang/benda yang kita miliki, kemampuan fisik dan skill yang kita miliki, kondisi lingkungan yang kita miliki atau dari keberadaan orang-orang dekat di sekitar kita.
Untuk memudahkan ilustrasi, saya bercerita tentang diri saya tetapi mengingatkan teman saya untuk menyesuaikannya dengan dirinya sendiri.
1. Potensi kerja dari barang-barang yang kita miliki
Di rumah saya memiliki beberapa barang seperti : Mesin Jahit, Komputer, DVD Player, Buku-buku koleksi, Karung Bekas Beras, dll. Dari kesemua barang tersebut saya bisa membuka pekerjaan buat diri sendiri seperti:
a. Dengan adanya mesin jahit saya bisa buka usaha makloon jahit, mengecilkan pakaian, buat kerajinan tas dll. Untuk saat ini Mesin Jahit digunakan istri untuk mematangkan ilmunya menjahit pakaian wanita. Dan Insya Allah ke depan mungkin istri bisa menerima order jahitan dari tetangga.
b. Dengan adanya Komputer saya bisa membuka usaha jasa pengetikan surat, proposal, edit photo atau kursur bimbingan belajar komputer bagi anak-anak. Untuk saat ini order pengetikan proposal, pembuatan design spanduk dan photo, cetak Yasin telah saya kerjakan sebagai pekerjaan sampingan.
c. Dengan adanya DVD Player saya bisa membuka usaha bioskop mini. Dengan modal beli film-film anak saya bisa menyebar brosur nonton bareng dengan tiket yang terjangkau anak-anak.
d. Dengan adanya koleksi buku, saya bisa membuka usaha rental buku (taman bacaan)dan atau bisnis bukunya langsung. Saya sudah menjalankan rental buku ini dengan door to door ke kantor-kantor tertentu. Dan hasilnya lumayan.
e. Dengan adanya karung beras bekas saya bisa mengembangkan usaha pengumpulan plastik minuman. Emang ini belum saya lakukan tetapi istri rajin mengumpulkan bekas minum anak-anak sampai terkumpul beberapa karung di gudang. Dan ketika dijual hasilnya lumayan
Mungkin sebenarnya masih banyak barang yang kita miliki seperti kompor gas, alat-alat masak yang bisa kita manfaatkan untuk menciptakan pekerjaan bagi kita. Mungkin Anda sudah faham yang saya maksud. Dan jika saat ini Anda tidak bekerja dan sedang susah mendapatkan pekerjaan, kenapa tidak Anda tatap barang-barang yang Anda miliki dan berdayakan fungsinya untuk menjadi alat bekerja Anda.
Ketika saya bercerita, teman saya manggut-manggut. Semoga mengerti dan dapat menarik manfaatnya.
Tulisan berikutnya MENCIPTAKAN PEKERJAAN DARI POTENSI DIRI
Selasa, 27 September 2011
SIMBOL KEBERSAMAAN
Lomba Gerak Jalan Sehat dalam rangka Hari jadi Kota Bandung ke 201 di Kecamatan Babakan Ciparay akan digelar tanggal 25 September 2011. Lomba Gerak Jalan ini diselenggarakan oleh PK KNPI Kec. Babakan Ciparay. Pesertanya Ibu-Ibu PKK RW se Kecamatan Babakan Ciparay.
Ibu-ibu PKK RW 02 sangat antusias mendapat informasi ini. Dibawah koordinasi Ibu Yani (Sekretaris RW 02) dibentuklah Tim Gerak Jalan PKK RW 02 pada bulan Juli 2011. Berharap bisa menjadi juara dan terbaik, jadwal latihan pun disusun. Tim Gerak Jalan PKK RW 02 ini terdiri dari Ibu Yani, Ibu Kokom, Ibu Empong, Ibu Rena, Ibu Eli, Ibu Ela, Ibu Ai Suteja, Ibu Imas Karsita, Ibu Tati, Ibu Lilis, Ibu Wiwin dan Ibu Ema.
Tanggal 25 September 2011 yang ditunggu
Jam 06.00 hari itu Tim Gerak Jalan PKK RW 02 telah berkumpul di Sekretariat RW 02. Mengenakan seragam merah putih, sepatu putih dan Topi merah membuat semangat Tim ini begitu tinggi. Cuma sayang karena sakit, Ibu Rena tidak jadi bergabung dalam Tim. Sebelum berangkat ke Kecamatan, Tim melakukan doa bersama dipimpin Ketua RW 02 (saya sendiri). Saya sedikit memberikan motivasi.
"Ibu-ibu Lomba Gerak Jalan ini merupakan pertandingan antar Tim. Sehingga yang harus diperlihatkan adalah kekompakan, kesatuan gerak dan langkah. Alhamdulillah Ibu-Ibu sekarang telah dipersatukan oleh tujuan untuk mencapai kemenangan dan juga seragam merah putih. Ingat selalu, ibu-ibu harus kompak", pesan saya.
Jam 16.00 hari itu Tim Gerak Jalan PKK RW 02 telah berkumpul kembali di Sekretariat RW 02 setelah dari pagi sampai sore ini mengikuti lomba dan turut berpartipasi dalam panggung hiburan elektone yang digelar panitia lomba gerak jalan. Wajah Ibu-ibu nampak sumringah. Bagaimana tidak, mereka berhasil memboyong TRopy setinggi 1,5 meter berwarna keemasan. Trophy itu adalah Trophy JUARA UMUM. Ya..., Tim Gerak Jalan PKK RW 02 berhasil menjadi JUARA UMUM. Prestasi yang luar biasa untuk Tim yang baru sekali ini mengikuti lomba.
"Ibu-ibu Alhamdulillah hari ini Tim PKK RW 02 berhasil menjadi JUARA UMUM. Saya selaku Ketua RW mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan atas jerih payah ibu-ibu semua. Trophy ini dapat kita boyong karena adanya kekompakan tim. Sehingga saya berharap Trophy ini bisa menjadi SIMBOL KEBERSAMAAN warga RW 02 Kelurahan Margasuka, khususnya Ibu-Ibu PKK. Jika suatu saat dalam berorganisasi ada perbedaan pendapat, lihatlah PIALA KEMENANGAN ini. Hanya dengan kebersamaan, kesuksesan bisa kita capai." Demikian pesan saya sebelum Ibu-ibu kembali ke rumah masing-masing membawa kebahagiaan yang akan disampaikan kepada keluarganya.
Ibu-ibu PKK RW 02 sangat antusias mendapat informasi ini. Dibawah koordinasi Ibu Yani (Sekretaris RW 02) dibentuklah Tim Gerak Jalan PKK RW 02 pada bulan Juli 2011. Berharap bisa menjadi juara dan terbaik, jadwal latihan pun disusun. Tim Gerak Jalan PKK RW 02 ini terdiri dari Ibu Yani, Ibu Kokom, Ibu Empong, Ibu Rena, Ibu Eli, Ibu Ela, Ibu Ai Suteja, Ibu Imas Karsita, Ibu Tati, Ibu Lilis, Ibu Wiwin dan Ibu Ema.
Tanggal 25 September 2011 yang ditunggu
Jam 06.00 hari itu Tim Gerak Jalan PKK RW 02 telah berkumpul di Sekretariat RW 02. Mengenakan seragam merah putih, sepatu putih dan Topi merah membuat semangat Tim ini begitu tinggi. Cuma sayang karena sakit, Ibu Rena tidak jadi bergabung dalam Tim. Sebelum berangkat ke Kecamatan, Tim melakukan doa bersama dipimpin Ketua RW 02 (saya sendiri). Saya sedikit memberikan motivasi.
"Ibu-ibu Lomba Gerak Jalan ini merupakan pertandingan antar Tim. Sehingga yang harus diperlihatkan adalah kekompakan, kesatuan gerak dan langkah. Alhamdulillah Ibu-Ibu sekarang telah dipersatukan oleh tujuan untuk mencapai kemenangan dan juga seragam merah putih. Ingat selalu, ibu-ibu harus kompak", pesan saya.
Jam 16.00 hari itu Tim Gerak Jalan PKK RW 02 telah berkumpul kembali di Sekretariat RW 02 setelah dari pagi sampai sore ini mengikuti lomba dan turut berpartipasi dalam panggung hiburan elektone yang digelar panitia lomba gerak jalan. Wajah Ibu-ibu nampak sumringah. Bagaimana tidak, mereka berhasil memboyong TRopy setinggi 1,5 meter berwarna keemasan. Trophy itu adalah Trophy JUARA UMUM. Ya..., Tim Gerak Jalan PKK RW 02 berhasil menjadi JUARA UMUM. Prestasi yang luar biasa untuk Tim yang baru sekali ini mengikuti lomba.
"Ibu-ibu Alhamdulillah hari ini Tim PKK RW 02 berhasil menjadi JUARA UMUM. Saya selaku Ketua RW mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan atas jerih payah ibu-ibu semua. Trophy ini dapat kita boyong karena adanya kekompakan tim. Sehingga saya berharap Trophy ini bisa menjadi SIMBOL KEBERSAMAAN warga RW 02 Kelurahan Margasuka, khususnya Ibu-Ibu PKK. Jika suatu saat dalam berorganisasi ada perbedaan pendapat, lihatlah PIALA KEMENANGAN ini. Hanya dengan kebersamaan, kesuksesan bisa kita capai." Demikian pesan saya sebelum Ibu-ibu kembali ke rumah masing-masing membawa kebahagiaan yang akan disampaikan kepada keluarganya.
Kamis, 07 Juli 2011
MEMBANGKITKAN KEMBALI SEMANGAT YANG HILANG
Sebuah status di facebook yang ditujukan kepada temanku Edi Susanto menanyakan bagaimana caranya membangkitkan kembali semangat berjualan. Si penanya adalah seorang sales furniture. Dalam penuturannya dia mengatakan pada tahun lalu dia begitu bersemangat, tetapi tahun ini down.
Sebagai orang marketing tentu saja pertanyaan ini menggelitik dan ingin mencoba berbagi pengetahuan dan pengalaman. Tetapi bukan pada tempatnya saya berpendapat di dinding halaman fb orang lain. Dan tentu saja hal serupa dialami juga oleh banyak sales.
Menurut saya yang harus dilakukan pertama kali untuk bisa bangkit kembali melakukan penjualan adalah mengetahui sebab kita down. Biasanya kita mengalami down bila upaya penjualan yang kita lakukan tidak membuahkan hasil dan kita terserang bosan atau putus asa. Jadi untuk dapat membangkitkan kembali semangat, harus disingkirkan rasa bosan dan putus asa.
Ingatlah rumus penjualan 10:1 artinya jika kita melakukan penawaran 10 kali, peluang penjualan kita 1 kali. Jika kita melakukan 10 hari penjualan, peluang kita ada pada 1 hari diantara 10 tersebut.
Ingatlah pada pepatah: semakin banyak yang mengatakan "tidak", semakin dekat kita pada jawaban "Ya". Kalo takdir kita bisa menjual pada penawaran ke 50, jangan putus asa bila kita ditolak sampai 49 kali.
Oh ya coba ingat kembali apa rahasia yang menyebabkan kita bersemangat pada tahun sebelumnya. Coba terapkan kembali tahun ini dengan sedikit perubahan atau variasi gaya.
Bisa juga kita menentukan target penjualan tahun ini, tahun depan, dan tahun selanjutnya. Jadikan keberhasilan tahun lalu sebagai landasan untuk keberhasilan tahun ini. Jika tahun lalu omzet kita 500 juta, jangan sedih jika tahun ini terealisasi 400 juta. Karena itu berarti sampai sekarang Anda telah beromzet 900 juta. Wow pantastis.
Sudah ada sedikit semangat yang tumbuh? Coba renungkan tulisan ini dan bangkitlah...
Sebagai orang marketing tentu saja pertanyaan ini menggelitik dan ingin mencoba berbagi pengetahuan dan pengalaman. Tetapi bukan pada tempatnya saya berpendapat di dinding halaman fb orang lain. Dan tentu saja hal serupa dialami juga oleh banyak sales.
Menurut saya yang harus dilakukan pertama kali untuk bisa bangkit kembali melakukan penjualan adalah mengetahui sebab kita down. Biasanya kita mengalami down bila upaya penjualan yang kita lakukan tidak membuahkan hasil dan kita terserang bosan atau putus asa. Jadi untuk dapat membangkitkan kembali semangat, harus disingkirkan rasa bosan dan putus asa.
Ingatlah rumus penjualan 10:1 artinya jika kita melakukan penawaran 10 kali, peluang penjualan kita 1 kali. Jika kita melakukan 10 hari penjualan, peluang kita ada pada 1 hari diantara 10 tersebut.
Ingatlah pada pepatah: semakin banyak yang mengatakan "tidak", semakin dekat kita pada jawaban "Ya". Kalo takdir kita bisa menjual pada penawaran ke 50, jangan putus asa bila kita ditolak sampai 49 kali.
Oh ya coba ingat kembali apa rahasia yang menyebabkan kita bersemangat pada tahun sebelumnya. Coba terapkan kembali tahun ini dengan sedikit perubahan atau variasi gaya.
Bisa juga kita menentukan target penjualan tahun ini, tahun depan, dan tahun selanjutnya. Jadikan keberhasilan tahun lalu sebagai landasan untuk keberhasilan tahun ini. Jika tahun lalu omzet kita 500 juta, jangan sedih jika tahun ini terealisasi 400 juta. Karena itu berarti sampai sekarang Anda telah beromzet 900 juta. Wow pantastis.
Sudah ada sedikit semangat yang tumbuh? Coba renungkan tulisan ini dan bangkitlah...
Kamis, 14 April 2011
BISMILLAHIRRAHMAANIRROHIIM
Ucapkanlah “Bismillahirrahmaanirrahiim” ketika kita akan melakukan sesuatu. Tentu saja ucapan bismillah yang terhubung dengan sang Pemilik Ucapan itu, yakni Allah SWT. Maksud terhubung disini yaitu apa yang kita ucapkan dilandasi kesadaran bahwa:
1. Apa yang akan kita kerjakan tidak bertolak belakang dengan segala perintah dan larangan dari Allah SWT.
2. Mampu tidaknya kita melakukan pekerjaan itu semata-mata karena adanya pertolongan dari Allah SWT yang menggerakkan pikiran, tenaga dan daya dukung alam.
3. Berhasil tidaknya kita mencapai target pekerjaan yang kita tentukan sangat tergantung dari kehendak dan ketentuan Allah SWT.
4. Allah adalah pemilik kasih sayang, dan kita berharap Allah mencurahkan kasih sayangnya sehingga apa yang kita harapkan dari apa yang kita lakukan mendapatkan ridho-Nya.
5. Apapun hasil yang kita dapat hakikatnya mengandung kasih dan sayang Allah SWT.
Jadi mulai sekarang biasakanlah mengucapkan “Bismillahirrahmaanirrahiim” yang terhubung kepada Allah SWT.
1. Apa yang akan kita kerjakan tidak bertolak belakang dengan segala perintah dan larangan dari Allah SWT.
2. Mampu tidaknya kita melakukan pekerjaan itu semata-mata karena adanya pertolongan dari Allah SWT yang menggerakkan pikiran, tenaga dan daya dukung alam.
3. Berhasil tidaknya kita mencapai target pekerjaan yang kita tentukan sangat tergantung dari kehendak dan ketentuan Allah SWT.
4. Allah adalah pemilik kasih sayang, dan kita berharap Allah mencurahkan kasih sayangnya sehingga apa yang kita harapkan dari apa yang kita lakukan mendapatkan ridho-Nya.
5. Apapun hasil yang kita dapat hakikatnya mengandung kasih dan sayang Allah SWT.
Jadi mulai sekarang biasakanlah mengucapkan “Bismillahirrahmaanirrahiim” yang terhubung kepada Allah SWT.
Selasa, 22 Februari 2011
MEMBANGKITKAN SEMANGAT ANAK PAGI HARI
Selama ini ada kebiasaan yang tidak saya sadari berdampak buruk kepada anak-anak. Selepas shalat subuh dan membangunkan anak-anak, saya langsung menyalakan televisi untuk menonton berita olah raga, khususnya sepak bola. Terkadang saya berebut channel dengan anakku terkecilku yang ingin nonton film kartun. Sekali-kali mengalah, tapi lain kali sikap egoku muncul. Anak harus tahu bahwa bapaknya ini juga punya hak nonton. Kekanak-kanakkan memang. Tapi itulah sifat manusia kalau sudah terikat hobi, bisa seperti anak-anak.
Dampak buruk yang saya maksud adalah anak-anak jadi lebih terfokus pada televisi setiap kali bangun. Kadang mereka jadi susah disuruh mandi atau sarapan. Akibatnya berangkat ke sekolah dan ke kantor menjadi selalu terlambat. "Saya harus memutus kebiasaan buruk ini. Saya harus memberikan sesuatu yang memotivasi semangat mereka", pikirku. Dan itu dimulai dari diri saya sendiri, JANGAN NYALAKAN TV DI PAGI HARI. Saya mengubahnya dengan menyalakan DVD dan memperdengarkan tadarus,kemudian nasyid dan lagu-lagu islami untuk anak-anak. Terjadi perubahan.
Kalo saat TV dinyalakan anak-anakku pada melongo dan berebut channel, sekarang mereka turut mendendang lagu-lagu nasyid dan terlihat bersemangat. Mereka tidak khawatir tertinggal sesuatu (film) saat mereka mandi, mereka masih bisa mengikuti suara alunan nasyid dari kamar mandi. Ketika yang didengar lagu nasyid anak yang menghentak, mereka berjingkrak-jingkrak sehingga badannya tidak berat untuk melakukan aktivitas lain.
Dan alhamdulillah, sekarang suasana pagi di rumahku tidak ada lagi terdengar pertengkaran anak-anak berebut channel atau merengek memancing perhatian saya. Kami bisa melakukan persiapan sekolah dan bekerja secara lebih cepat. Dan meninggalkan rumah untuk beraktivitas dengan lebih bersemangat. "Bismillahitawakkaltu 'alallah", kata anakku ketika motor mulai melaju mengantarnya pergi sekolah.
Semoga bermanfaat, terutama bagi Bapak2 yang selama ini terkurung dalam hobi nonton pagi.
Dampak buruk yang saya maksud adalah anak-anak jadi lebih terfokus pada televisi setiap kali bangun. Kadang mereka jadi susah disuruh mandi atau sarapan. Akibatnya berangkat ke sekolah dan ke kantor menjadi selalu terlambat. "Saya harus memutus kebiasaan buruk ini. Saya harus memberikan sesuatu yang memotivasi semangat mereka", pikirku. Dan itu dimulai dari diri saya sendiri, JANGAN NYALAKAN TV DI PAGI HARI. Saya mengubahnya dengan menyalakan DVD dan memperdengarkan tadarus,kemudian nasyid dan lagu-lagu islami untuk anak-anak. Terjadi perubahan.
Kalo saat TV dinyalakan anak-anakku pada melongo dan berebut channel, sekarang mereka turut mendendang lagu-lagu nasyid dan terlihat bersemangat. Mereka tidak khawatir tertinggal sesuatu (film) saat mereka mandi, mereka masih bisa mengikuti suara alunan nasyid dari kamar mandi. Ketika yang didengar lagu nasyid anak yang menghentak, mereka berjingkrak-jingkrak sehingga badannya tidak berat untuk melakukan aktivitas lain.
Dan alhamdulillah, sekarang suasana pagi di rumahku tidak ada lagi terdengar pertengkaran anak-anak berebut channel atau merengek memancing perhatian saya. Kami bisa melakukan persiapan sekolah dan bekerja secara lebih cepat. Dan meninggalkan rumah untuk beraktivitas dengan lebih bersemangat. "Bismillahitawakkaltu 'alallah", kata anakku ketika motor mulai melaju mengantarnya pergi sekolah.
Semoga bermanfaat, terutama bagi Bapak2 yang selama ini terkurung dalam hobi nonton pagi.
Rabu, 16 Februari 2011
MUSIBAH , BAGAIMANA MERINGANKANNYA?
Suara percakapan dari ibu-ibu yang hadir dalam pertemuan itu tiba-tiba terhenti ketika ucapan salam terucap dari sang pengundang rapat, Bapak Ketua Koperasi.
“Bapak dan Ibu anggota Koperasi, sebagaimana telah dimaklumi bersama beberapa hari yang lalu Koperasi kita terkena musibah. Pada saat Ibu Atih selaku pengelola kegiatan simpan pinjam koperasi mengambil uang dari Bank untuk memenuhi pinjaman anggota, Beliau terkena hipnotis sehingga hampir seluruh saldo simpanan koperasi di Bank terkuras habis. Untuk kejelasannya saya akan sampaikan kronologis kejadiannya” Kata Ketua Koperasi. Suaranya begitu serak, kesedihan terpancar dari wajahnya. Kemudian beliau membeberkan kronoligis kejadian. Sesekali tangisan yang ditahannya meledak pada saat beliau membeberkan kejadian. Sebagian besar peserta pertemuan turut hanyut dalam kesedihan.
“Kalau dihitung, kerugian materi koperasi itu sangat besar bagi kita, hampir Rp. 60 juta. Namun saya masih bersyukur karena Ibu Atih tidak diapa-apakan oleh komplotan penghipnotis itu. Coba kalau Ibu Atih dibunuh atau dibuang di suatu tempat, mungkin akibat dari musibah ini akan lebih berat lagi. Sekarang marilah kita bicarakan bersama apa solusi terbaik untuk mengatasi kerugian koperasi yang kita cintai ini” ucapnya mengakhiri paparan kronologis kejadian. Sejenak hening..tetapi kemudian terdengar percakapan-percakapan kecil dari ibu-ibu yang saling bersebelahan.
“Bagaimana kalau setiap anggota menyumbangkan sebagian tabungannya untuk menutupi kerugian itu” saran Pak Haji.
“Saya mengusulkan kerugian itu diganti dari SHU saja, bisa seluruh SHU dibayarkan atau sebagian SHU sampai lunas” usul Pak RW
“Saya setuju saran Pak Haji dan Pak RW, tapi yang penting setiap akhir tahun meski jumlahnya lebih sedikit, pemberian bingkisan sembako dari SHU tetap ada” timpal seorang ibu.
“Bagaimana semuanya setuju? Kalo setuju silahkan Bapak dan Ibu mengisi formulir sumbangan yang telah kami sediakan. Masalah pembagian SHU, besarannya akan pengurus bicarakan dan disampaikan kepada anggota” Simpul Ketua Koperasi.
Acara ditutup dan semua pulang ke rumah masing-masing dengan perasaan lega. Pengurus lega karena anggota tidak menuntut pengurus harus mengganti kerugian. Anggota lega karena SHU akan tetap kebagian.
Dari kisah nyata tersebut ada beberapa hikmah yang dapat penulis simpulkan:
1. Sebuah musibah akan terasa lebih ringan bebannya jika kita membandingkan dengan musibah lain yang lebih berat andai musibah terjadi. Dalam cerita itu musibah kehilangan uang Rp. 60 juta menjadi lebih kecil nilainya jika dibandingkan pengurus koperasi yang dihipnotis itu dicederai, dibunuh atau dibuang ke tempat yang tidak diketahui.
2. Sebuah masalah (musibah) akan lebih mudah diatasi jika diatasi bersama-sama. Minimal banyak orang yang memberikan masukan.
3. Bagaimana kesimpulan Anda?
“Bapak dan Ibu anggota Koperasi, sebagaimana telah dimaklumi bersama beberapa hari yang lalu Koperasi kita terkena musibah. Pada saat Ibu Atih selaku pengelola kegiatan simpan pinjam koperasi mengambil uang dari Bank untuk memenuhi pinjaman anggota, Beliau terkena hipnotis sehingga hampir seluruh saldo simpanan koperasi di Bank terkuras habis. Untuk kejelasannya saya akan sampaikan kronologis kejadiannya” Kata Ketua Koperasi. Suaranya begitu serak, kesedihan terpancar dari wajahnya. Kemudian beliau membeberkan kronoligis kejadian. Sesekali tangisan yang ditahannya meledak pada saat beliau membeberkan kejadian. Sebagian besar peserta pertemuan turut hanyut dalam kesedihan.
“Kalau dihitung, kerugian materi koperasi itu sangat besar bagi kita, hampir Rp. 60 juta. Namun saya masih bersyukur karena Ibu Atih tidak diapa-apakan oleh komplotan penghipnotis itu. Coba kalau Ibu Atih dibunuh atau dibuang di suatu tempat, mungkin akibat dari musibah ini akan lebih berat lagi. Sekarang marilah kita bicarakan bersama apa solusi terbaik untuk mengatasi kerugian koperasi yang kita cintai ini” ucapnya mengakhiri paparan kronologis kejadian. Sejenak hening..tetapi kemudian terdengar percakapan-percakapan kecil dari ibu-ibu yang saling bersebelahan.
“Bagaimana kalau setiap anggota menyumbangkan sebagian tabungannya untuk menutupi kerugian itu” saran Pak Haji.
“Saya mengusulkan kerugian itu diganti dari SHU saja, bisa seluruh SHU dibayarkan atau sebagian SHU sampai lunas” usul Pak RW
“Saya setuju saran Pak Haji dan Pak RW, tapi yang penting setiap akhir tahun meski jumlahnya lebih sedikit, pemberian bingkisan sembako dari SHU tetap ada” timpal seorang ibu.
“Bagaimana semuanya setuju? Kalo setuju silahkan Bapak dan Ibu mengisi formulir sumbangan yang telah kami sediakan. Masalah pembagian SHU, besarannya akan pengurus bicarakan dan disampaikan kepada anggota” Simpul Ketua Koperasi.
Acara ditutup dan semua pulang ke rumah masing-masing dengan perasaan lega. Pengurus lega karena anggota tidak menuntut pengurus harus mengganti kerugian. Anggota lega karena SHU akan tetap kebagian.
Dari kisah nyata tersebut ada beberapa hikmah yang dapat penulis simpulkan:
1. Sebuah musibah akan terasa lebih ringan bebannya jika kita membandingkan dengan musibah lain yang lebih berat andai musibah terjadi. Dalam cerita itu musibah kehilangan uang Rp. 60 juta menjadi lebih kecil nilainya jika dibandingkan pengurus koperasi yang dihipnotis itu dicederai, dibunuh atau dibuang ke tempat yang tidak diketahui.
2. Sebuah masalah (musibah) akan lebih mudah diatasi jika diatasi bersama-sama. Minimal banyak orang yang memberikan masukan.
3. Bagaimana kesimpulan Anda?
Minggu, 13 Februari 2011
TABUNGAN 1000 PER MINGGU
Pernahkah Anda dikunjungi tetangga Anda dengan maksud pinjam uang? Kalo kita sedang ada uang itu tidak masalah, tapi kalo tidak ada uang jadi serba salah. Khawatir mereka tidak percaya. Bagaimana ya cara memecahkannya?
Kemarin dalam pertemuan ibu-ibu PKK tercetus ide mengadakan Tabungan Dasa Wisma Rp. 1000/minggu/rumah tangga. Tujuannya ya itu dia untuk dana talangan kalo2 ada ibu2 yang perlu uang Rp. 20.000 - Rp. 50.000 untuk berobat ke dokter atau beli buku sekolah. Di lingkunganku kurang lebih ada 200 rumah tangga sehingga jika setiap minggu mereka menabung Rp. 1000, akan terkumpul dana talangan sosial sebesar Rp. 200.000/minggu atau Rp. 800.000/bulan atau 9.600.000/tahun. Wow ternyata kalo dah 1 tahun bisa juga dimanfaatkan untuk pinjaman modal usaha bergulir.
Mulai minggu depan, Tabungan Dana Wisma Rp. 1000/minggu akan mulai dijalankan.Tampak semangat terpancar di wajah ibu-ibu. Dah kebayang kali, besok lusa nggak usah lagi ngemis pinjam uang ke tetangga.
Moga program ini berhasil, Bu! Kalo dipandang baik, boleh ditiru warga lain. Semoga bermanfat
Kemarin dalam pertemuan ibu-ibu PKK tercetus ide mengadakan Tabungan Dasa Wisma Rp. 1000/minggu/rumah tangga. Tujuannya ya itu dia untuk dana talangan kalo2 ada ibu2 yang perlu uang Rp. 20.000 - Rp. 50.000 untuk berobat ke dokter atau beli buku sekolah. Di lingkunganku kurang lebih ada 200 rumah tangga sehingga jika setiap minggu mereka menabung Rp. 1000, akan terkumpul dana talangan sosial sebesar Rp. 200.000/minggu atau Rp. 800.000/bulan atau 9.600.000/tahun. Wow ternyata kalo dah 1 tahun bisa juga dimanfaatkan untuk pinjaman modal usaha bergulir.
Mulai minggu depan, Tabungan Dana Wisma Rp. 1000/minggu akan mulai dijalankan.Tampak semangat terpancar di wajah ibu-ibu. Dah kebayang kali, besok lusa nggak usah lagi ngemis pinjam uang ke tetangga.
Moga program ini berhasil, Bu! Kalo dipandang baik, boleh ditiru warga lain. Semoga bermanfat
Rabu, 09 Februari 2011
HASNA & WISATA ALAM-NYA

“Hasna awas jangan naik pagar, nanti bisa kepeleset. Kalo jatuh kamu akan sakit” demikian teriak aku atau istriku saat anakku Hasna menaiki pagar rumah.Orang tua mana yang mau putri manisnya terjatuh.
“Hasna ayo mandi! Lihat badan dan baju kamu kotor nanti ada kuman dan cacing” panggil aku atau istriku saat melihat Hasna bermain tanah dan bajunya kotor. Orang tua mana yang nggak takut putri cantiknya sakit.
“Hasna ayo kamu naik flyngfox seperti teman2mu” bujuk istriku saat Hasna ikut acara wisata alam dari sekolahnya. “Tidak mau, Hasna takut jatuh. Kalo jatuh gimana? Mamah mau Hasna sakit?” Jawab Hasna.
“Hasna ayo kamu ikut nangkap ikan bareng teman2mu?” Pinta istriku ketika teman2 Hasna beramai-ramai mencebur ke kolam berlumpur menangkap ikan di acara wisata alam itu. “Tidak mau, Nanti badan dan baju Hasna kotor. Kalo ada kuman gimana? Mamah mau Hasna sakit kena kuman?” Jawab Hasna.
“Mamah nggak usah kesel atau malu karena Hasna tidak bisa bermain tantangan atau kotor-kotoran seperti teman-temannya. Kita sendiri toh yang mendidika dia jadi seperti itu” tanggapku ketika istriku melaporkan kegiatannya di wisata alam dari sekolahnya.
Senin, 24 Januari 2011
AKU JADI ANGGOTA PADUAN SUARA, YAH!
Sangat susah mo denger anakku yang paling besar, Irfan, bernyanyi. Tidak tahulah mungkin dia merasa suaranya fals dan memang fals.
Tapi beberapa hari terakhir ini, kulihat mulutnya komat-kamit seperti mendendangkan sebuah lagu. Dia tampak antusias, penuh semangat.
"Nyanyi apa Fan?" tanyanku. "Indonesia Raya", jawabnya. Lalu tanpa rasa segan atau malu-malu dia langsung menyanyikan lagu kebangsaan dan kebanggaan Bangsa Indonesia. Aku tidak memperhatikan benar tidaknya nada-nada yang dia keluarkan, yang kulihat hanya semangat yang terpancar dari wajahnya.
"Selamat Fan!" Ayah senang kamu bisa terpilih jadi anggota paduan suara. Semoga ke depan bisa menjadi pembaca pembukaan UUD 45 atau Pancasila.
Terima kasih Bapak/Ibu Guru yang telah memberikan kepercayaan pada anakku Irfan. Sehingga dia kini bisa lebih Percaya Diri. Percaya Diri diperlukan sebagai fondasi untuk masa depannya yang lebih kompetitif.
Selasa, 28 Desember 2010
AKHIRNYA ADIKKU DIWISUDA
Masih teringat dan terasa kesedihan saat adikku yang paling kecil tidak bisa meneruskan studinya ke jenjang SMA. Saat itu aku baru lulus Sarjana tetapi belum mendapatkan pekerjaan yang mapan. Jangankan menyekolahkan adik, untuk kebutuhan keluarga yang baru kubangun pun teramat berat.
Tahun 2006 adikku itu ikut bekerja di perusahaan penerbitan tempat aku bekerja sebagai Office Boy dan gudang. Dengan latar belakang ijazah SMP tentu saja gajinya kecil. Kadang dia mengeluh dan ada keinginan untuk berhenti bekerja dan bekerja di pabrik yang gajinya lebih besar. Aku berusaha memberikan dorongan bahwa kalau mau naik gaji, dia harus mau melanjutkan pendidikannya dengan mengikuti sekolah persamaan SMA. Dia mengerti penjelasanku dan akhirnya masuk sekolah persamaan SMA. Satu tahun dengan sisa tenaganya sehabis seharian bekerja, Adikku sekolah dari jam 17.00 dan pulang ke rumah jam 22.00. Kadang dia mengeluh, tetapi keinginannya untuk berkembang membuat dia bertahan sampai lulus.
Ketika Ijazah SMA diajukan ke perusahaan, gajinya pun meningkat. Dengan meningkatnya gaji, Adikku merasakan perjuangannya tidak sia-sia. Dia pun berpikir untuk melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. Saat itu aku memberikan pilihan-pilihan kemana Adikku harus memilih studi. Akhirnya Adikku memilih D3 Program Komputer Akuntansi di sebuah Sekolah Tinggi Ilmu Komputer. Kembali perjuangan berat dilakoninya. Setiap hari sepulang bekerja jam 17.00 sampai jam 22.00 dia harus kuliah. Selama tiga tahun pula, dalam 3 hari gajinya ludes untuk biaya kuliah. Dia tetap bertahan…sampai akhirnya tanggal 28 Desember 2010 jerih payahnya dibalas dengan kebahagiaan, Adikku pun diwisuda dengan tambahan gelar Ahli Madia dibelakang namanya.
Aku berharap semangat adikku ini dapat terwarisi oleh anak-anakku, terutama perlunya keinginan yang kuat untuk berhasil
Tahun 2006 adikku itu ikut bekerja di perusahaan penerbitan tempat aku bekerja sebagai Office Boy dan gudang. Dengan latar belakang ijazah SMP tentu saja gajinya kecil. Kadang dia mengeluh dan ada keinginan untuk berhenti bekerja dan bekerja di pabrik yang gajinya lebih besar. Aku berusaha memberikan dorongan bahwa kalau mau naik gaji, dia harus mau melanjutkan pendidikannya dengan mengikuti sekolah persamaan SMA. Dia mengerti penjelasanku dan akhirnya masuk sekolah persamaan SMA. Satu tahun dengan sisa tenaganya sehabis seharian bekerja, Adikku sekolah dari jam 17.00 dan pulang ke rumah jam 22.00. Kadang dia mengeluh, tetapi keinginannya untuk berkembang membuat dia bertahan sampai lulus.
Ketika Ijazah SMA diajukan ke perusahaan, gajinya pun meningkat. Dengan meningkatnya gaji, Adikku merasakan perjuangannya tidak sia-sia. Dia pun berpikir untuk melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. Saat itu aku memberikan pilihan-pilihan kemana Adikku harus memilih studi. Akhirnya Adikku memilih D3 Program Komputer Akuntansi di sebuah Sekolah Tinggi Ilmu Komputer. Kembali perjuangan berat dilakoninya. Setiap hari sepulang bekerja jam 17.00 sampai jam 22.00 dia harus kuliah. Selama tiga tahun pula, dalam 3 hari gajinya ludes untuk biaya kuliah. Dia tetap bertahan…sampai akhirnya tanggal 28 Desember 2010 jerih payahnya dibalas dengan kebahagiaan, Adikku pun diwisuda dengan tambahan gelar Ahli Madia dibelakang namanya.
Aku berharap semangat adikku ini dapat terwarisi oleh anak-anakku, terutama perlunya keinginan yang kuat untuk berhasil
Kamis, 25 November 2010
MENJADI MANUSIA BERMANFAAT
Ma Nunung, demikian orang menyebut nenek berusia 87 tahun itu. Di usianya yang sudah senja, beliau masih terlihat sehat dan tangkas. Setiap orang, terutama ibu-ibu, sangat senang apabila Ma Nunung bertandang ke rumahnya. Apalagi bila beliau mau mencicipi hidangan yang disajikan. Tutur katanya yang lembut serta sopan membuat orang menaruh hormat kepadanya.
Setiap orang, terutama ibu-ibu, merasa berhutang budi kepada Ma Nunung. Bagaimana tidak, bila ada yang melahirkan atau ada ibu-ibu yang meninggal dunia pastilah Ma Nunung yang dicari. Ini karena Ma Nunung punya keahlian dalam mengurus penguburan plasenta (bali bayi istilah sundanya) dan memandikan serta mengkafani jenazah perempuan. Ma Nunung akan datang tergopoh-gopoh bila ada orang yang meminta bantuan kedua hal tersebut. Jika ada yang melahirkan, ucapan syukur dan pujian akan meluncur dengan derasnya. Apabila ada yang meninggal, ekspresi kesedihan akan tergambar dari wajah dan matanya serta nasihat kesabaran akan terucap dari lidahnya.
“Ayah, Ma Nunung meninggal dunia”, kata istriku ketika Aku baru saja memarkirkan motor di teras rumah sepulang bekerja. Berita ini sangat mengagetkan. Aku tidak yakin sebelum aku berkunjung langsung ke rumah beliau. Ternyata benar, Ma Nunung telah meninggal dunia sekitar jam 5 sore. Menurut putra dan tetangga terdekat, tidak ada tanda-tanda Ma Nunung akan meninggal hari itu. Karena pagi harinya, Ma Nunung sibuk mendatangi sanak saudara dan tetangga dekat memberitahu sekaligus mengajak untuk mengantar pernikahan cucunya esok hari. Saat mengundang beliau terlihat sehat dan penuh kebahagiaan. Tetapi sore hari, entah karena masuk angina atau apa beliau minta dikerokin… Dan pada saat dikerok itulah beliau merasa pusing dan meninggal dunia.
Ma Nunung bukanlah seorang ustadzah. Tetapi kematian beliau menghentak dan mengagetkan banyak orang. Berbondong-bondong orang datang bertakziah seperti layaknya jika seorang ustadz/kyai meninggal dunia. Terdengar orang-orang berkata: “Siapa yang akan menggantikan Ma Nunung?” Masih bingung dan belum ada jawabnya. Karena pekerjaan Ma Nunung itu perlu keikhlasan yang luar biasa. Mengurus Plasenta (bali bayi) yang berbalut darah bagi sebagian besar orang, terutama ibu-ibu, menjijikkan. Mengurus mayat bagi sebagian orang, terutama ibu-ibu, menakutkan. Semua orang berharap akan ada yang bisa menggantikan peran Ma Nunung. Semua orang berdoa semoga segala amal kebajikan Ma Nunung dibalis dengan Rahmat dan Maghfirah Allah SWT di alam kubur juga di yaumil akhir.
Pembaca, belajar dari kematian Ma Nunung, akankah kematian kita ditangisi banyak orang? Akankah orang bertanya “Siapa yang dapat mengganti peran “kebajikan” kita saat kita meninggal? Jika Anda menginginkannya maka jadikan Anda orang yang memberi manfaat bagi orang lain. Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat kepada manusia.
Setiap orang, terutama ibu-ibu, merasa berhutang budi kepada Ma Nunung. Bagaimana tidak, bila ada yang melahirkan atau ada ibu-ibu yang meninggal dunia pastilah Ma Nunung yang dicari. Ini karena Ma Nunung punya keahlian dalam mengurus penguburan plasenta (bali bayi istilah sundanya) dan memandikan serta mengkafani jenazah perempuan. Ma Nunung akan datang tergopoh-gopoh bila ada orang yang meminta bantuan kedua hal tersebut. Jika ada yang melahirkan, ucapan syukur dan pujian akan meluncur dengan derasnya. Apabila ada yang meninggal, ekspresi kesedihan akan tergambar dari wajah dan matanya serta nasihat kesabaran akan terucap dari lidahnya.
“Ayah, Ma Nunung meninggal dunia”, kata istriku ketika Aku baru saja memarkirkan motor di teras rumah sepulang bekerja. Berita ini sangat mengagetkan. Aku tidak yakin sebelum aku berkunjung langsung ke rumah beliau. Ternyata benar, Ma Nunung telah meninggal dunia sekitar jam 5 sore. Menurut putra dan tetangga terdekat, tidak ada tanda-tanda Ma Nunung akan meninggal hari itu. Karena pagi harinya, Ma Nunung sibuk mendatangi sanak saudara dan tetangga dekat memberitahu sekaligus mengajak untuk mengantar pernikahan cucunya esok hari. Saat mengundang beliau terlihat sehat dan penuh kebahagiaan. Tetapi sore hari, entah karena masuk angina atau apa beliau minta dikerokin… Dan pada saat dikerok itulah beliau merasa pusing dan meninggal dunia.
Ma Nunung bukanlah seorang ustadzah. Tetapi kematian beliau menghentak dan mengagetkan banyak orang. Berbondong-bondong orang datang bertakziah seperti layaknya jika seorang ustadz/kyai meninggal dunia. Terdengar orang-orang berkata: “Siapa yang akan menggantikan Ma Nunung?” Masih bingung dan belum ada jawabnya. Karena pekerjaan Ma Nunung itu perlu keikhlasan yang luar biasa. Mengurus Plasenta (bali bayi) yang berbalut darah bagi sebagian besar orang, terutama ibu-ibu, menjijikkan. Mengurus mayat bagi sebagian orang, terutama ibu-ibu, menakutkan. Semua orang berharap akan ada yang bisa menggantikan peran Ma Nunung. Semua orang berdoa semoga segala amal kebajikan Ma Nunung dibalis dengan Rahmat dan Maghfirah Allah SWT di alam kubur juga di yaumil akhir.
Pembaca, belajar dari kematian Ma Nunung, akankah kematian kita ditangisi banyak orang? Akankah orang bertanya “Siapa yang dapat mengganti peran “kebajikan” kita saat kita meninggal? Jika Anda menginginkannya maka jadikan Anda orang yang memberi manfaat bagi orang lain. Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat kepada manusia.
Kamis, 11 November 2010
MOTIVASI SALES 6 : TIDAK CUKUP SATU ALASAN UNTUK SUKSES.…
Masih teringat pengalaman di awal saya memasuki dunia kerja sebagai seorang sales. Pada session perkenalan sales baru, saya dan kawan-kawan yang baru bergabung + ada 9 orang diminta satu demi satu untuk menyatakan ALASAN kenapa kami menandatangani kontrak kerja. Ada berbagai alasan yang disampaikan, baik satu ataupun beberapa alasan, diantaranya:
1. Saya bergabung untuk mendapatkan penghasilan dan coba-coba barangkali ada kecocokan pekerjaan
2. Saya bergabung untuk mendapatkan penghasilan dan menimba pengalaman
3. Saya bergabung untuk mendapatkan penghasilan, menimba pengalaman dan suka bergaul/menjalin hubungan dengan banyak orang
4. Saya bergabung untuk mendapatkan penghasilan, menimba pengalaman, suka bergaul dan suka dengan produk yang ditawarkan.
5. Saya suka bergabung untuk mendapatkan penghasilan, menambah pengalaman, suka bergaul, suka dan melihat prospek dengan produk yang dijual dan melihat prospek cerah dari pekerjaan ini.
Setiap sales baru menyampaikan alasannya, serta merta disambut tepuk tangan dan sambutan luar biasa dari sales lama maupun sales baru lainnya. Semua mendapatkan kegembiraan yang sama hari itu. Hari itu pun mulailah kami para sales baru dibimbing para coordinator.
Sore hari disaat semua pulang dari lapangan. Ada beberapa sales baru yang tidak kembali lagi ke kantor. Para coordinator bilang mereka merasa tidak mampu melakukan pekerjaan sebagai sales buku. Dalam 1 minggu sejak perkenalan awal, sales baru yang tersisa hanya 3 orang. Artinya 7 orang mengundurkan diri.
Saya mencoba mengingat kembali hubungan mundurnya 7 orang sales baru itu dengan ALASAN yang mereka kemukakan saat pertama kali menandatangani kontrak. Rata-rata mereka yang mundur itu adalah yang menyampaikan hanya 1-3 alasan tersebut di atas. Sedangkan yang menyampaikan 4-5 alasan ternyata masih bertahan. Bahkan saat ini, 10 tahun sejak saat itu, ketiga orang yang bertahan itu masih bertahan dengan dunia penjualan buku. Saya menjadi kepala pemasaran sebuah penerbitan, 2 orang lagi berwiraswasta sebagai Distributor Buku dengan kehidupan yang cukup mapan.
Kesimpulan dari cerita ini adalah : Jika Anda ingin sukses dalam satu pekerjaan, misalnya sebagai Sales produk apapun, buatlah sebanyak-banyaknya alasan positif mengapa Anda melakukan pekerjaan itu. Karena jika satu alasan tidak tercapai masih ada harapan Anda bisa memenuhi alasan lainnya sampai Anda mencapai titik MAHIR/PROFESIONAL pada bidang pekerjaan Anda itu. Semoga bermanfaat.
1. Saya bergabung untuk mendapatkan penghasilan dan coba-coba barangkali ada kecocokan pekerjaan
2. Saya bergabung untuk mendapatkan penghasilan dan menimba pengalaman
3. Saya bergabung untuk mendapatkan penghasilan, menimba pengalaman dan suka bergaul/menjalin hubungan dengan banyak orang
4. Saya bergabung untuk mendapatkan penghasilan, menimba pengalaman, suka bergaul dan suka dengan produk yang ditawarkan.
5. Saya suka bergabung untuk mendapatkan penghasilan, menambah pengalaman, suka bergaul, suka dan melihat prospek dengan produk yang dijual dan melihat prospek cerah dari pekerjaan ini.
Setiap sales baru menyampaikan alasannya, serta merta disambut tepuk tangan dan sambutan luar biasa dari sales lama maupun sales baru lainnya. Semua mendapatkan kegembiraan yang sama hari itu. Hari itu pun mulailah kami para sales baru dibimbing para coordinator.
Sore hari disaat semua pulang dari lapangan. Ada beberapa sales baru yang tidak kembali lagi ke kantor. Para coordinator bilang mereka merasa tidak mampu melakukan pekerjaan sebagai sales buku. Dalam 1 minggu sejak perkenalan awal, sales baru yang tersisa hanya 3 orang. Artinya 7 orang mengundurkan diri.
Saya mencoba mengingat kembali hubungan mundurnya 7 orang sales baru itu dengan ALASAN yang mereka kemukakan saat pertama kali menandatangani kontrak. Rata-rata mereka yang mundur itu adalah yang menyampaikan hanya 1-3 alasan tersebut di atas. Sedangkan yang menyampaikan 4-5 alasan ternyata masih bertahan. Bahkan saat ini, 10 tahun sejak saat itu, ketiga orang yang bertahan itu masih bertahan dengan dunia penjualan buku. Saya menjadi kepala pemasaran sebuah penerbitan, 2 orang lagi berwiraswasta sebagai Distributor Buku dengan kehidupan yang cukup mapan.
Kesimpulan dari cerita ini adalah : Jika Anda ingin sukses dalam satu pekerjaan, misalnya sebagai Sales produk apapun, buatlah sebanyak-banyaknya alasan positif mengapa Anda melakukan pekerjaan itu. Karena jika satu alasan tidak tercapai masih ada harapan Anda bisa memenuhi alasan lainnya sampai Anda mencapai titik MAHIR/PROFESIONAL pada bidang pekerjaan Anda itu. Semoga bermanfaat.
Minggu, 07 November 2010
MOTIVASI SALES 5 : TETAPKAN UKURAN KESUKSESAN DAN KEJARLAH!
Kegagalan sales dalam melakukan penjualan tidak terlepas dari tidak adanya ukuran kesuksesan yang ditetapkan. Ada beberapa ukuran kesuksesan yang harus ditetapkan oleh seorang sales.
Ukuran Penghasilan
Alasan utama seseorang bekerja adalah untuk mempunyai penghasilan yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Baik itu kebutuhan primer, sekunder atau tersier. Dengan pekerjaan Anda sebagai sales sekarang ini berapa penghasilan harian, mingguan atau bulanan yang ingin Anda peroleh?
Anda bisa mengacu pada kebutuhan Anda. Jika Anda belum berkeluarga ukuran penghasilan yang memadai minimal Rp. 2 juta. Jika Anda sudah berkeluarga minimal Rp. 3 juta. Cukupkah hanya dengan menetapkan ukuran tersebut?
Tidak. Ukuran Penghasilan itu harus Anda break (pecah) ke dalam hitungan mingguan atau harian. Kalau target penghasilan Anda 2 juta, dengan bekerja 25 hari kerja, maka penghasilan harian yang harus Anda peroleh adalah Rp. 80.000/hari. Jika targetnya Rp. 3 juta, maka target penghasilan harian Anda adalah Rp. 120.000.
Nah jika Anda sudah menentukan ukuran penghasilan harian tersebut, maka Anda jangan berhenti melakukan penawaran penjualan setiap harinya sebelum Anda memperoleh penghasilan Rp. 80.000 s.d. Rp. 120.000.
Ukuran Jam Kerja
Kegagalan banyak sales pemula adalah tidak menentukan Ukuran Jam Kerja. Banyak sales yang bekerja setiap harinya kurang dari 5 jam. Mereka berfikir pekerjaannya bisa dilakukan seenaknya, tanpa harus memenej waktu. Cobalah Anda menentukan ukuran bekerja sebagaimana halnya seorang karyawan/staff kantor bekerja yaitu dari jam 08.00 s.d. jam 16.00. Saya yakin Anda akan jauh lebih berlimpah dari orang kantoran selevel Anda.
Pernah suatu ketika saya membimbing sales baru. Sebelum berangkat saya bilang kepadanya bahwa saya akan bekerja dari jam 08.00 s.d. 16.00 WIB. Sejak keluar kantor sampai jam 12.00 saya melakukan penawaran cukup banyak. Tetapi tidak satu pun yang kami tawari membeli buku. Saya melihat wajah sales baru itu sudah putus asa dan tidak mood lagi mengikuti saya. Selepas sholat saya bilang kepada dia: “Tadi sebelum berangkat kita akan bekerja sampai jam berapa?” “Sampai jam 16.00” Jawabnya. “Sekarang jam berapa?” tanyaku lagi. “Jam 12.00” jawabnya. “Nah kita masih punya siswa waktu 4 jam untuk melakukan pekerjaan kita.” Tegasku. Selepas sholat zhuhur dan istirahat, kami mulai lagi melakukan penawaran. Alhamdulillah pada jam 14.00 dan jam 16.00 terjadi penjualan yang nilainya menutupi target harian yang telah ditetapkan.
Ukuran Target Prospek
Seperti pernah dikemukakan dalam tulisan sebelumnya, saya menetapkan ukuran penjualan itu 5:1. Artinya jika saya melakukan penawaran kepada 5 orang, maka minimal 1 orang akan melakukan pembelian. Tapi ada baiknya Anda menetapkan misalnya 10:1. Kenapa? Karena itu akan lebih kuat mempertahankan motivasi penjualan sehari itu.
Bagaimana menetapkan ukuran Target Prospek? Penetapan target prospek sangat berkaitan erat dengan Ukuran penghasilan, yang telah Anda tetapkan. Untuk mencapai Ukuran Penghasilan Anda Rp. 80.000, berapa jumlah prospek yang harus Anda tetapkan. Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda harus menjawab dulu berapa prosentase yang menjadi keuntungan Anda dari setiap produk terjual.
1. Jika prosentase keuntungan Anda adalah 25%, artinya Anda harus menjual barang senilai Rp. 80.000/25% = Rp. 320.000.
2. Jika harga barang yang Anda jual itu rata-rata Rp. 50.000, artinya Anda harus menjual barang sebanyak Rp. 320.000/50.000 = 6 s.d. 7 produk
3. Jika dihubungkan dengan hukum rata-rata 5:1, maka untuk dapat melakukan penjualan 6-7 barang Anda harus melakukan penawaran kepada 30 s.d. 35 orang perhari (8 jam) atau rata-rata 4 s.d 5 orang per jam.
Jika Anda telah menetapkan ukuran kesuksesan Anda adalah dengan melakukan penawaran kepada 35 orang perhari, maka lakukanlah. Jangan banyak buang waktu.
Pernah suatu hari ketika akan membimbing seorang sales baru, saya bilang sebelum berangkat : “Saya akan mengajarkan hukum rata-rata 5:1. 5 orang saya tawari, 1 orang membeli. Target saya melakukan penawaran ke 30 orang hari ini”. 1 s.d 9 orang sudah saya tawari ternyata tak satu pun membeli. Sales yang saya bimbing mulai BT dengan berbagai tipe penolakan dari prospek. Saya bilang sampai sekarang ada 9 orang menolak, tetapi saya masih punya 21 orang lagi yang harus saya tawari. Subhanallah, pada penawaran kepada orang ke 10, target sehari saya sudah tertutup. Meski demikian saya tetap melakukan penawaran penjualan sampai jam 16. Dan omzet pun berlebih.
Bagaimana jika ketiga ukuran sudah dilakukan tetapi hasil tidak tercapai? Anda uji ukuran itu dalam 1 minggu, jika masih belum tercapai, Anda uji lagi sampai batas 1 bulan. Kemudian tawakal dan yakin Allah akan membayarnya setiap jerih payah yang kita lakukan akan dibalas dengan kebajikan dari-Nya. Jadi bekerjalah, kejarlah ukuran yang telah Anda tetapkan.
Ukuran Penghasilan
Alasan utama seseorang bekerja adalah untuk mempunyai penghasilan yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Baik itu kebutuhan primer, sekunder atau tersier. Dengan pekerjaan Anda sebagai sales sekarang ini berapa penghasilan harian, mingguan atau bulanan yang ingin Anda peroleh?
Anda bisa mengacu pada kebutuhan Anda. Jika Anda belum berkeluarga ukuran penghasilan yang memadai minimal Rp. 2 juta. Jika Anda sudah berkeluarga minimal Rp. 3 juta. Cukupkah hanya dengan menetapkan ukuran tersebut?
Tidak. Ukuran Penghasilan itu harus Anda break (pecah) ke dalam hitungan mingguan atau harian. Kalau target penghasilan Anda 2 juta, dengan bekerja 25 hari kerja, maka penghasilan harian yang harus Anda peroleh adalah Rp. 80.000/hari. Jika targetnya Rp. 3 juta, maka target penghasilan harian Anda adalah Rp. 120.000.
Nah jika Anda sudah menentukan ukuran penghasilan harian tersebut, maka Anda jangan berhenti melakukan penawaran penjualan setiap harinya sebelum Anda memperoleh penghasilan Rp. 80.000 s.d. Rp. 120.000.
Ukuran Jam Kerja
Kegagalan banyak sales pemula adalah tidak menentukan Ukuran Jam Kerja. Banyak sales yang bekerja setiap harinya kurang dari 5 jam. Mereka berfikir pekerjaannya bisa dilakukan seenaknya, tanpa harus memenej waktu. Cobalah Anda menentukan ukuran bekerja sebagaimana halnya seorang karyawan/staff kantor bekerja yaitu dari jam 08.00 s.d. jam 16.00. Saya yakin Anda akan jauh lebih berlimpah dari orang kantoran selevel Anda.
Pernah suatu ketika saya membimbing sales baru. Sebelum berangkat saya bilang kepadanya bahwa saya akan bekerja dari jam 08.00 s.d. 16.00 WIB. Sejak keluar kantor sampai jam 12.00 saya melakukan penawaran cukup banyak. Tetapi tidak satu pun yang kami tawari membeli buku. Saya melihat wajah sales baru itu sudah putus asa dan tidak mood lagi mengikuti saya. Selepas sholat saya bilang kepada dia: “Tadi sebelum berangkat kita akan bekerja sampai jam berapa?” “Sampai jam 16.00” Jawabnya. “Sekarang jam berapa?” tanyaku lagi. “Jam 12.00” jawabnya. “Nah kita masih punya siswa waktu 4 jam untuk melakukan pekerjaan kita.” Tegasku. Selepas sholat zhuhur dan istirahat, kami mulai lagi melakukan penawaran. Alhamdulillah pada jam 14.00 dan jam 16.00 terjadi penjualan yang nilainya menutupi target harian yang telah ditetapkan.
Ukuran Target Prospek
Seperti pernah dikemukakan dalam tulisan sebelumnya, saya menetapkan ukuran penjualan itu 5:1. Artinya jika saya melakukan penawaran kepada 5 orang, maka minimal 1 orang akan melakukan pembelian. Tapi ada baiknya Anda menetapkan misalnya 10:1. Kenapa? Karena itu akan lebih kuat mempertahankan motivasi penjualan sehari itu.
Bagaimana menetapkan ukuran Target Prospek? Penetapan target prospek sangat berkaitan erat dengan Ukuran penghasilan, yang telah Anda tetapkan. Untuk mencapai Ukuran Penghasilan Anda Rp. 80.000, berapa jumlah prospek yang harus Anda tetapkan. Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda harus menjawab dulu berapa prosentase yang menjadi keuntungan Anda dari setiap produk terjual.
1. Jika prosentase keuntungan Anda adalah 25%, artinya Anda harus menjual barang senilai Rp. 80.000/25% = Rp. 320.000.
2. Jika harga barang yang Anda jual itu rata-rata Rp. 50.000, artinya Anda harus menjual barang sebanyak Rp. 320.000/50.000 = 6 s.d. 7 produk
3. Jika dihubungkan dengan hukum rata-rata 5:1, maka untuk dapat melakukan penjualan 6-7 barang Anda harus melakukan penawaran kepada 30 s.d. 35 orang perhari (8 jam) atau rata-rata 4 s.d 5 orang per jam.
Jika Anda telah menetapkan ukuran kesuksesan Anda adalah dengan melakukan penawaran kepada 35 orang perhari, maka lakukanlah. Jangan banyak buang waktu.
Pernah suatu hari ketika akan membimbing seorang sales baru, saya bilang sebelum berangkat : “Saya akan mengajarkan hukum rata-rata 5:1. 5 orang saya tawari, 1 orang membeli. Target saya melakukan penawaran ke 30 orang hari ini”. 1 s.d 9 orang sudah saya tawari ternyata tak satu pun membeli. Sales yang saya bimbing mulai BT dengan berbagai tipe penolakan dari prospek. Saya bilang sampai sekarang ada 9 orang menolak, tetapi saya masih punya 21 orang lagi yang harus saya tawari. Subhanallah, pada penawaran kepada orang ke 10, target sehari saya sudah tertutup. Meski demikian saya tetap melakukan penawaran penjualan sampai jam 16. Dan omzet pun berlebih.
Bagaimana jika ketiga ukuran sudah dilakukan tetapi hasil tidak tercapai? Anda uji ukuran itu dalam 1 minggu, jika masih belum tercapai, Anda uji lagi sampai batas 1 bulan. Kemudian tawakal dan yakin Allah akan membayarnya setiap jerih payah yang kita lakukan akan dibalas dengan kebajikan dari-Nya. Jadi bekerjalah, kejarlah ukuran yang telah Anda tetapkan.
Rabu, 03 November 2010
MOTIVASI SALES 4 : TIPS MENGUSIR KERAGUAN MELAKUKAN PENAWARAN

Tidak ada hal lain yang bisa menjadikan seorang sales berhasil melakukan penjualan adalah dengan melakukan banyak aktivitas penawaran. Dalam aktivitas penjualan buku saya menetapkan perbandingan keberhasilan penjualan itu 5:1. Artinya dari 5 orang yang ditawari insya Allah minimal 1 orang akan membeli.
Tetapi kenyataannya banyak sales di lapangan yang tidak dapat melakukan hal itu. Kadang ketika dia bertemu dengan calon pembeli atau sudah berada di depan kantor/gedung yang akan dimasuki, muncul sebuah KERAGUAN atau bahkan KETAKUTAN untuk melakukan penawaran. Ragu akan mendapatkan sambutan yang ramah, ragu terjadi transaksi penjualan. Takut ditolak, takut dilarang masuk dll.
Untuk mengusir perasaan tersebut, dalam kesempatan ini saya hanya ingin mengatakan LEBIH BAIK ANDA MELAKUKAN PENAWARAN daripada tidak. Jika Anda tidak melakukan penawaran maka Anda hanya akan mendapatkan 2 hal, yaitu GAGAL dan SEMAKIN MELEMAHNYA MOTIVASI Anda sebagai seorang sales. Tetapi jika Anda mengusir keraguan itu dan melakukan Penawaran, setidaknya Anda mendapatkan 5 hal, yaitu:
1.Terjadi transaksi penjualan
2.Meski tidak terjadi transaksi penjualan saat itu, Anda mungkin mendapatkan janji pembelian di masa yang akan datang
3.Anda bisa mendapatkan referensi orang yang bisa Anda tawari
4.Anda bisa mendapatkan berbagai informasi: kelebihan dan kekurangan produk yang Anda tawarkan, keunggulan produk pesaing, alasan-alasan orang menolak penawaran Anda. Semuanya itu bisa memperbaiki kemampuan menjual Anda di masa yang akan datang.
5.Relasi dan Pengalaman Anda bertambah.
Kalau Anda berfikir minimal 5 hal positif tersebut diatas, saya berharap TIDAK ADA LAGI KERAGUAN untuk melakukan penawaran. Pastikan kesuksesan akan Anda raih.
Langganan:
Postingan (Atom)