Sebuah status di facebook yang ditujukan kepada temanku Edi Susanto menanyakan bagaimana caranya membangkitkan kembali semangat berjualan. Si penanya adalah seorang sales furniture. Dalam penuturannya dia mengatakan pada tahun lalu dia begitu bersemangat, tetapi tahun ini down.
Sebagai orang marketing tentu saja pertanyaan ini menggelitik dan ingin mencoba berbagi pengetahuan dan pengalaman. Tetapi bukan pada tempatnya saya berpendapat di dinding halaman fb orang lain. Dan tentu saja hal serupa dialami juga oleh banyak sales.
Menurut saya yang harus dilakukan pertama kali untuk bisa bangkit kembali melakukan penjualan adalah mengetahui sebab kita down. Biasanya kita mengalami down bila upaya penjualan yang kita lakukan tidak membuahkan hasil dan kita terserang bosan atau putus asa. Jadi untuk dapat membangkitkan kembali semangat, harus disingkirkan rasa bosan dan putus asa.
Ingatlah rumus penjualan 10:1 artinya jika kita melakukan penawaran 10 kali, peluang penjualan kita 1 kali. Jika kita melakukan 10 hari penjualan, peluang kita ada pada 1 hari diantara 10 tersebut.
Ingatlah pada pepatah: semakin banyak yang mengatakan "tidak", semakin dekat kita pada jawaban "Ya". Kalo takdir kita bisa menjual pada penawaran ke 50, jangan putus asa bila kita ditolak sampai 49 kali.
Oh ya coba ingat kembali apa rahasia yang menyebabkan kita bersemangat pada tahun sebelumnya. Coba terapkan kembali tahun ini dengan sedikit perubahan atau variasi gaya.
Bisa juga kita menentukan target penjualan tahun ini, tahun depan, dan tahun selanjutnya. Jadikan keberhasilan tahun lalu sebagai landasan untuk keberhasilan tahun ini. Jika tahun lalu omzet kita 500 juta, jangan sedih jika tahun ini terealisasi 400 juta. Karena itu berarti sampai sekarang Anda telah beromzet 900 juta. Wow pantastis.
Sudah ada sedikit semangat yang tumbuh? Coba renungkan tulisan ini dan bangkitlah...
Kamis, 07 Juli 2011
Kamis, 14 April 2011
BISMILLAHIRRAHMAANIRROHIIM
Ucapkanlah “Bismillahirrahmaanirrahiim” ketika kita akan melakukan sesuatu. Tentu saja ucapan bismillah yang terhubung dengan sang Pemilik Ucapan itu, yakni Allah SWT. Maksud terhubung disini yaitu apa yang kita ucapkan dilandasi kesadaran bahwa:
1. Apa yang akan kita kerjakan tidak bertolak belakang dengan segala perintah dan larangan dari Allah SWT.
2. Mampu tidaknya kita melakukan pekerjaan itu semata-mata karena adanya pertolongan dari Allah SWT yang menggerakkan pikiran, tenaga dan daya dukung alam.
3. Berhasil tidaknya kita mencapai target pekerjaan yang kita tentukan sangat tergantung dari kehendak dan ketentuan Allah SWT.
4. Allah adalah pemilik kasih sayang, dan kita berharap Allah mencurahkan kasih sayangnya sehingga apa yang kita harapkan dari apa yang kita lakukan mendapatkan ridho-Nya.
5. Apapun hasil yang kita dapat hakikatnya mengandung kasih dan sayang Allah SWT.
Jadi mulai sekarang biasakanlah mengucapkan “Bismillahirrahmaanirrahiim” yang terhubung kepada Allah SWT.
1. Apa yang akan kita kerjakan tidak bertolak belakang dengan segala perintah dan larangan dari Allah SWT.
2. Mampu tidaknya kita melakukan pekerjaan itu semata-mata karena adanya pertolongan dari Allah SWT yang menggerakkan pikiran, tenaga dan daya dukung alam.
3. Berhasil tidaknya kita mencapai target pekerjaan yang kita tentukan sangat tergantung dari kehendak dan ketentuan Allah SWT.
4. Allah adalah pemilik kasih sayang, dan kita berharap Allah mencurahkan kasih sayangnya sehingga apa yang kita harapkan dari apa yang kita lakukan mendapatkan ridho-Nya.
5. Apapun hasil yang kita dapat hakikatnya mengandung kasih dan sayang Allah SWT.
Jadi mulai sekarang biasakanlah mengucapkan “Bismillahirrahmaanirrahiim” yang terhubung kepada Allah SWT.
Selasa, 22 Februari 2011
MEMBANGKITKAN SEMANGAT ANAK PAGI HARI
Selama ini ada kebiasaan yang tidak saya sadari berdampak buruk kepada anak-anak. Selepas shalat subuh dan membangunkan anak-anak, saya langsung menyalakan televisi untuk menonton berita olah raga, khususnya sepak bola. Terkadang saya berebut channel dengan anakku terkecilku yang ingin nonton film kartun. Sekali-kali mengalah, tapi lain kali sikap egoku muncul. Anak harus tahu bahwa bapaknya ini juga punya hak nonton. Kekanak-kanakkan memang. Tapi itulah sifat manusia kalau sudah terikat hobi, bisa seperti anak-anak.
Dampak buruk yang saya maksud adalah anak-anak jadi lebih terfokus pada televisi setiap kali bangun. Kadang mereka jadi susah disuruh mandi atau sarapan. Akibatnya berangkat ke sekolah dan ke kantor menjadi selalu terlambat. "Saya harus memutus kebiasaan buruk ini. Saya harus memberikan sesuatu yang memotivasi semangat mereka", pikirku. Dan itu dimulai dari diri saya sendiri, JANGAN NYALAKAN TV DI PAGI HARI. Saya mengubahnya dengan menyalakan DVD dan memperdengarkan tadarus,kemudian nasyid dan lagu-lagu islami untuk anak-anak. Terjadi perubahan.
Kalo saat TV dinyalakan anak-anakku pada melongo dan berebut channel, sekarang mereka turut mendendang lagu-lagu nasyid dan terlihat bersemangat. Mereka tidak khawatir tertinggal sesuatu (film) saat mereka mandi, mereka masih bisa mengikuti suara alunan nasyid dari kamar mandi. Ketika yang didengar lagu nasyid anak yang menghentak, mereka berjingkrak-jingkrak sehingga badannya tidak berat untuk melakukan aktivitas lain.
Dan alhamdulillah, sekarang suasana pagi di rumahku tidak ada lagi terdengar pertengkaran anak-anak berebut channel atau merengek memancing perhatian saya. Kami bisa melakukan persiapan sekolah dan bekerja secara lebih cepat. Dan meninggalkan rumah untuk beraktivitas dengan lebih bersemangat. "Bismillahitawakkaltu 'alallah", kata anakku ketika motor mulai melaju mengantarnya pergi sekolah.
Semoga bermanfaat, terutama bagi Bapak2 yang selama ini terkurung dalam hobi nonton pagi.
Dampak buruk yang saya maksud adalah anak-anak jadi lebih terfokus pada televisi setiap kali bangun. Kadang mereka jadi susah disuruh mandi atau sarapan. Akibatnya berangkat ke sekolah dan ke kantor menjadi selalu terlambat. "Saya harus memutus kebiasaan buruk ini. Saya harus memberikan sesuatu yang memotivasi semangat mereka", pikirku. Dan itu dimulai dari diri saya sendiri, JANGAN NYALAKAN TV DI PAGI HARI. Saya mengubahnya dengan menyalakan DVD dan memperdengarkan tadarus,kemudian nasyid dan lagu-lagu islami untuk anak-anak. Terjadi perubahan.
Kalo saat TV dinyalakan anak-anakku pada melongo dan berebut channel, sekarang mereka turut mendendang lagu-lagu nasyid dan terlihat bersemangat. Mereka tidak khawatir tertinggal sesuatu (film) saat mereka mandi, mereka masih bisa mengikuti suara alunan nasyid dari kamar mandi. Ketika yang didengar lagu nasyid anak yang menghentak, mereka berjingkrak-jingkrak sehingga badannya tidak berat untuk melakukan aktivitas lain.
Dan alhamdulillah, sekarang suasana pagi di rumahku tidak ada lagi terdengar pertengkaran anak-anak berebut channel atau merengek memancing perhatian saya. Kami bisa melakukan persiapan sekolah dan bekerja secara lebih cepat. Dan meninggalkan rumah untuk beraktivitas dengan lebih bersemangat. "Bismillahitawakkaltu 'alallah", kata anakku ketika motor mulai melaju mengantarnya pergi sekolah.
Semoga bermanfaat, terutama bagi Bapak2 yang selama ini terkurung dalam hobi nonton pagi.
Rabu, 16 Februari 2011
MUSIBAH , BAGAIMANA MERINGANKANNYA?
Suara percakapan dari ibu-ibu yang hadir dalam pertemuan itu tiba-tiba terhenti ketika ucapan salam terucap dari sang pengundang rapat, Bapak Ketua Koperasi.
“Bapak dan Ibu anggota Koperasi, sebagaimana telah dimaklumi bersama beberapa hari yang lalu Koperasi kita terkena musibah. Pada saat Ibu Atih selaku pengelola kegiatan simpan pinjam koperasi mengambil uang dari Bank untuk memenuhi pinjaman anggota, Beliau terkena hipnotis sehingga hampir seluruh saldo simpanan koperasi di Bank terkuras habis. Untuk kejelasannya saya akan sampaikan kronologis kejadiannya” Kata Ketua Koperasi. Suaranya begitu serak, kesedihan terpancar dari wajahnya. Kemudian beliau membeberkan kronoligis kejadian. Sesekali tangisan yang ditahannya meledak pada saat beliau membeberkan kejadian. Sebagian besar peserta pertemuan turut hanyut dalam kesedihan.
“Kalau dihitung, kerugian materi koperasi itu sangat besar bagi kita, hampir Rp. 60 juta. Namun saya masih bersyukur karena Ibu Atih tidak diapa-apakan oleh komplotan penghipnotis itu. Coba kalau Ibu Atih dibunuh atau dibuang di suatu tempat, mungkin akibat dari musibah ini akan lebih berat lagi. Sekarang marilah kita bicarakan bersama apa solusi terbaik untuk mengatasi kerugian koperasi yang kita cintai ini” ucapnya mengakhiri paparan kronologis kejadian. Sejenak hening..tetapi kemudian terdengar percakapan-percakapan kecil dari ibu-ibu yang saling bersebelahan.
“Bagaimana kalau setiap anggota menyumbangkan sebagian tabungannya untuk menutupi kerugian itu” saran Pak Haji.
“Saya mengusulkan kerugian itu diganti dari SHU saja, bisa seluruh SHU dibayarkan atau sebagian SHU sampai lunas” usul Pak RW
“Saya setuju saran Pak Haji dan Pak RW, tapi yang penting setiap akhir tahun meski jumlahnya lebih sedikit, pemberian bingkisan sembako dari SHU tetap ada” timpal seorang ibu.
“Bagaimana semuanya setuju? Kalo setuju silahkan Bapak dan Ibu mengisi formulir sumbangan yang telah kami sediakan. Masalah pembagian SHU, besarannya akan pengurus bicarakan dan disampaikan kepada anggota” Simpul Ketua Koperasi.
Acara ditutup dan semua pulang ke rumah masing-masing dengan perasaan lega. Pengurus lega karena anggota tidak menuntut pengurus harus mengganti kerugian. Anggota lega karena SHU akan tetap kebagian.
Dari kisah nyata tersebut ada beberapa hikmah yang dapat penulis simpulkan:
1. Sebuah musibah akan terasa lebih ringan bebannya jika kita membandingkan dengan musibah lain yang lebih berat andai musibah terjadi. Dalam cerita itu musibah kehilangan uang Rp. 60 juta menjadi lebih kecil nilainya jika dibandingkan pengurus koperasi yang dihipnotis itu dicederai, dibunuh atau dibuang ke tempat yang tidak diketahui.
2. Sebuah masalah (musibah) akan lebih mudah diatasi jika diatasi bersama-sama. Minimal banyak orang yang memberikan masukan.
3. Bagaimana kesimpulan Anda?
“Bapak dan Ibu anggota Koperasi, sebagaimana telah dimaklumi bersama beberapa hari yang lalu Koperasi kita terkena musibah. Pada saat Ibu Atih selaku pengelola kegiatan simpan pinjam koperasi mengambil uang dari Bank untuk memenuhi pinjaman anggota, Beliau terkena hipnotis sehingga hampir seluruh saldo simpanan koperasi di Bank terkuras habis. Untuk kejelasannya saya akan sampaikan kronologis kejadiannya” Kata Ketua Koperasi. Suaranya begitu serak, kesedihan terpancar dari wajahnya. Kemudian beliau membeberkan kronoligis kejadian. Sesekali tangisan yang ditahannya meledak pada saat beliau membeberkan kejadian. Sebagian besar peserta pertemuan turut hanyut dalam kesedihan.
“Kalau dihitung, kerugian materi koperasi itu sangat besar bagi kita, hampir Rp. 60 juta. Namun saya masih bersyukur karena Ibu Atih tidak diapa-apakan oleh komplotan penghipnotis itu. Coba kalau Ibu Atih dibunuh atau dibuang di suatu tempat, mungkin akibat dari musibah ini akan lebih berat lagi. Sekarang marilah kita bicarakan bersama apa solusi terbaik untuk mengatasi kerugian koperasi yang kita cintai ini” ucapnya mengakhiri paparan kronologis kejadian. Sejenak hening..tetapi kemudian terdengar percakapan-percakapan kecil dari ibu-ibu yang saling bersebelahan.
“Bagaimana kalau setiap anggota menyumbangkan sebagian tabungannya untuk menutupi kerugian itu” saran Pak Haji.
“Saya mengusulkan kerugian itu diganti dari SHU saja, bisa seluruh SHU dibayarkan atau sebagian SHU sampai lunas” usul Pak RW
“Saya setuju saran Pak Haji dan Pak RW, tapi yang penting setiap akhir tahun meski jumlahnya lebih sedikit, pemberian bingkisan sembako dari SHU tetap ada” timpal seorang ibu.
“Bagaimana semuanya setuju? Kalo setuju silahkan Bapak dan Ibu mengisi formulir sumbangan yang telah kami sediakan. Masalah pembagian SHU, besarannya akan pengurus bicarakan dan disampaikan kepada anggota” Simpul Ketua Koperasi.
Acara ditutup dan semua pulang ke rumah masing-masing dengan perasaan lega. Pengurus lega karena anggota tidak menuntut pengurus harus mengganti kerugian. Anggota lega karena SHU akan tetap kebagian.
Dari kisah nyata tersebut ada beberapa hikmah yang dapat penulis simpulkan:
1. Sebuah musibah akan terasa lebih ringan bebannya jika kita membandingkan dengan musibah lain yang lebih berat andai musibah terjadi. Dalam cerita itu musibah kehilangan uang Rp. 60 juta menjadi lebih kecil nilainya jika dibandingkan pengurus koperasi yang dihipnotis itu dicederai, dibunuh atau dibuang ke tempat yang tidak diketahui.
2. Sebuah masalah (musibah) akan lebih mudah diatasi jika diatasi bersama-sama. Minimal banyak orang yang memberikan masukan.
3. Bagaimana kesimpulan Anda?
Minggu, 13 Februari 2011
TABUNGAN 1000 PER MINGGU
Pernahkah Anda dikunjungi tetangga Anda dengan maksud pinjam uang? Kalo kita sedang ada uang itu tidak masalah, tapi kalo tidak ada uang jadi serba salah. Khawatir mereka tidak percaya. Bagaimana ya cara memecahkannya?
Kemarin dalam pertemuan ibu-ibu PKK tercetus ide mengadakan Tabungan Dasa Wisma Rp. 1000/minggu/rumah tangga. Tujuannya ya itu dia untuk dana talangan kalo2 ada ibu2 yang perlu uang Rp. 20.000 - Rp. 50.000 untuk berobat ke dokter atau beli buku sekolah. Di lingkunganku kurang lebih ada 200 rumah tangga sehingga jika setiap minggu mereka menabung Rp. 1000, akan terkumpul dana talangan sosial sebesar Rp. 200.000/minggu atau Rp. 800.000/bulan atau 9.600.000/tahun. Wow ternyata kalo dah 1 tahun bisa juga dimanfaatkan untuk pinjaman modal usaha bergulir.
Mulai minggu depan, Tabungan Dana Wisma Rp. 1000/minggu akan mulai dijalankan.Tampak semangat terpancar di wajah ibu-ibu. Dah kebayang kali, besok lusa nggak usah lagi ngemis pinjam uang ke tetangga.
Moga program ini berhasil, Bu! Kalo dipandang baik, boleh ditiru warga lain. Semoga bermanfat
Kemarin dalam pertemuan ibu-ibu PKK tercetus ide mengadakan Tabungan Dasa Wisma Rp. 1000/minggu/rumah tangga. Tujuannya ya itu dia untuk dana talangan kalo2 ada ibu2 yang perlu uang Rp. 20.000 - Rp. 50.000 untuk berobat ke dokter atau beli buku sekolah. Di lingkunganku kurang lebih ada 200 rumah tangga sehingga jika setiap minggu mereka menabung Rp. 1000, akan terkumpul dana talangan sosial sebesar Rp. 200.000/minggu atau Rp. 800.000/bulan atau 9.600.000/tahun. Wow ternyata kalo dah 1 tahun bisa juga dimanfaatkan untuk pinjaman modal usaha bergulir.
Mulai minggu depan, Tabungan Dana Wisma Rp. 1000/minggu akan mulai dijalankan.Tampak semangat terpancar di wajah ibu-ibu. Dah kebayang kali, besok lusa nggak usah lagi ngemis pinjam uang ke tetangga.
Moga program ini berhasil, Bu! Kalo dipandang baik, boleh ditiru warga lain. Semoga bermanfat
Rabu, 09 Februari 2011
HASNA & WISATA ALAM-NYA

“Hasna awas jangan naik pagar, nanti bisa kepeleset. Kalo jatuh kamu akan sakit” demikian teriak aku atau istriku saat anakku Hasna menaiki pagar rumah.Orang tua mana yang mau putri manisnya terjatuh.
“Hasna ayo mandi! Lihat badan dan baju kamu kotor nanti ada kuman dan cacing” panggil aku atau istriku saat melihat Hasna bermain tanah dan bajunya kotor. Orang tua mana yang nggak takut putri cantiknya sakit.
“Hasna ayo kamu naik flyngfox seperti teman2mu” bujuk istriku saat Hasna ikut acara wisata alam dari sekolahnya. “Tidak mau, Hasna takut jatuh. Kalo jatuh gimana? Mamah mau Hasna sakit?” Jawab Hasna.
“Hasna ayo kamu ikut nangkap ikan bareng teman2mu?” Pinta istriku ketika teman2 Hasna beramai-ramai mencebur ke kolam berlumpur menangkap ikan di acara wisata alam itu. “Tidak mau, Nanti badan dan baju Hasna kotor. Kalo ada kuman gimana? Mamah mau Hasna sakit kena kuman?” Jawab Hasna.
“Mamah nggak usah kesel atau malu karena Hasna tidak bisa bermain tantangan atau kotor-kotoran seperti teman-temannya. Kita sendiri toh yang mendidika dia jadi seperti itu” tanggapku ketika istriku melaporkan kegiatannya di wisata alam dari sekolahnya.
Senin, 24 Januari 2011
AKU JADI ANGGOTA PADUAN SUARA, YAH!
Sangat susah mo denger anakku yang paling besar, Irfan, bernyanyi. Tidak tahulah mungkin dia merasa suaranya fals dan memang fals.
Tapi beberapa hari terakhir ini, kulihat mulutnya komat-kamit seperti mendendangkan sebuah lagu. Dia tampak antusias, penuh semangat.
"Nyanyi apa Fan?" tanyanku. "Indonesia Raya", jawabnya. Lalu tanpa rasa segan atau malu-malu dia langsung menyanyikan lagu kebangsaan dan kebanggaan Bangsa Indonesia. Aku tidak memperhatikan benar tidaknya nada-nada yang dia keluarkan, yang kulihat hanya semangat yang terpancar dari wajahnya.
"Selamat Fan!" Ayah senang kamu bisa terpilih jadi anggota paduan suara. Semoga ke depan bisa menjadi pembaca pembukaan UUD 45 atau Pancasila.
Terima kasih Bapak/Ibu Guru yang telah memberikan kepercayaan pada anakku Irfan. Sehingga dia kini bisa lebih Percaya Diri. Percaya Diri diperlukan sebagai fondasi untuk masa depannya yang lebih kompetitif.
Langganan:
Postingan (Atom)